Gerakan revolusi akhlak adalah gerakan yang digaungkan oleh Habib Rizieq Shihab (HRS). Melalui gerakan ini kemudian Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa HRS adalah sosok yang nasionalis. HRS meyakini bahwa apa yang kita pelajari terkait dengan Pancasila dari poin pertama sampai dengan kelima isinya merupakan spirit akhlak dan menyimpulkan bahwa Pancasila adalah warisan dari para ulama. Revolusi akhlak ini justru menentang gerakan revolusi mental yang diusung presiden Joko Widodo sejak tahun 2014 sehingga HRS memberikan pernyataan bahwa dirinya akan mendukung pemerintahan Joko Widodo asalkan pemerintah mendukung gerakan revolusi akhlak jika tidak maka HRS dan pengikutnya akan melakukan perlawanan segala ketidakadilan. Berdasarkan prinsipnya, nasionalisme didasarkan pada persatuan dan kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. Nasionalisme bisa dimaknai sebagai gambaran ikatan budaya yang menyatukan rakyat Indonesia yang majemuk menjadi satu bangsa dalam satu ikatan nation-state. Nation-state memiliki peran startegis dalam mempertahankan makna nasionalisme sebagai identitas kebangsaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksploratif dan metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan studi literatur. Penelitian dilakukan dalam periode 2 (dua) bulan yang dimulai pada bulan Januari s.d. Februari 2021. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pernyataan yang disampaikan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo mengenai nasionalisme HRS tidak dapat dibuktikan kebenerannya melaui analisis teoritis dengan menggunakan konsep nasionalisme dan imagined communites theory. Berdasarkan hal tersebut maka kurang tepat jika dikatakan HRS adalah seorang yang nasionalis.
Copyrights © 2021