Syukur menjadi salah satu variabel yang banyak diteliti di dunia psikologi barat. Begitupula syukur menjadi bahan penelitian di Indonesia. Pada budaya jawa juga terdapat istilah syukur. Namun demikian ternyata gambaran syukur menurut psikologi barat, islam, dan jawa memiliki kesamaan dan perbedaan. Penelitian ini mengambarkan persamaan dan perbedaan syukur dilihat dari definisi, objek, aspek, dan alat ukur. Makna syukur menurut psikologi barat, islam, dan budaya jawa memiliki kesamaan makna positif seperti berterimakaasih, memuji. Pada objek syukur terdapat perbedaan kentara bahwa psikologi barat, dan budaya jawa memiliki beberapa objek syukur, sedangkan islam hanya memiliki satu objek syukur yaitu Allah. Penjelasan lain dapat ditemukan dalam penelitian ini.
Copyrights © 2020