Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENAFSIRAN ALI ASH-SHABUNI TENTANG AYAT-AYAT ZINA Ridho Riyadi Riyadi
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v5i2.475

Abstract

In Islam, adultery is a very bad act and a big sin for the perpetrator. However, in modern times, it is not uncommon for Muslims to know about the prohibition of adultery but still do it. Therefore this paper tries to explore further the interpretation of adultery (zina) according to Ash-Shabuni in the Shafwatu Tafasir commentary book. This study uses a library research method, which is a research whose data collection method is based on literature from scientific books related to the problem of adultery. The results of the research according to Ash-Shabuni zina for unmarried adulterers (ghairu muhsan) were beaten a hundred times and exiled for a year while adultery for married offenders (muhsan) was stoned to death.
PERSAMAAN DAN PERBEDAAN SYUKUR MENURUT PSIKOLOGI BARAT, ISLAM, DAN BUDAYA JAWA M Adin Setyawan; Ridho Riyadi
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 5, No 2 (2020): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v5i2.272-281

Abstract

Syukur menjadi salah satu variabel yang banyak diteliti di dunia psikologi barat. Begitupula syukur menjadi bahan penelitian di Indonesia. Pada budaya jawa juga terdapat istilah syukur. Namun demikian ternyata gambaran syukur menurut psikologi barat, islam, dan jawa memiliki kesamaan dan perbedaan. Penelitian ini mengambarkan persamaan dan perbedaan syukur dilihat dari definisi, objek, aspek, dan alat ukur. Makna syukur menurut psikologi barat, islam, dan budaya jawa memiliki kesamaan makna positif seperti berterimakaasih, memuji. Pada objek syukur terdapat perbedaan kentara bahwa psikologi barat, dan budaya jawa memiliki beberapa objek syukur, sedangkan islam hanya memiliki satu objek syukur yaitu Allah. Penjelasan lain dapat ditemukan dalam penelitian ini.
LEGALIATAS AZAN DI AL-QURAN (Studi Tafsir Maudhui) Ridho Riyadi; M. Adin Setyawan
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v6i2.621

Abstract

Azan sebagai syiar Islam dengan tujuan untuk mengajak umat muslim melaksanakan ibadah shalat lima waktu sesuai dengan perintah Allah di Al-Quran. Dakwah Islam dalam azan merupakan suatu kegiatan menyampaikan pesan yang terkandung dalam lafaz-lafal azan. Lafal-lafal azan sendiri telah ditetapkan oleh syariat melalui hadits-hadits Nabi, sehingga lafal azan tidak boleh seorangpun di dunia ini menggantinya dengan lafal lain walaupun mengandung makna yang baik. Artinya lafal-lafal azan tidak ada ruang untuk berijtihad di dalamnya. Lafal azan-pun harus dikumandangkan dengan bahasa arab sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh syariat.
Tinjauan Maqasid Syari’ah Terkait Efektifitas dan Efesiensi Hukum Dalam Pelaksanaan Progam Keluarga Berencana Ridho - Riyadi; Yusril Bariki; Saiful Bahri; Alifia Afiani
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.169 KB) | DOI: 10.47467/elmujtama.v2i2.1042

Abstract

Kemajuan semakin berkembang dan juga peradaban semakin maju, seperti halnya pada Keluarga Berencana (KB) merupakan program skala nasional untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk di suatu Negara. Program KB juga secara khusus dirancang demi menciptakan kemajuan, kestabilan, dan kesejahteraan ekonomi, sosial, spiritual setiap penduduknya. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lebih dalam mengenai bagaimana Impelentasi Program Keluarga Berencana (KB) di Kelurahan Songgodadi Kecamatan Petungkriyono. Tingginya jumlah penduduk dan Pasangan Usia Subur (PUS) di Kelurahan ini merupakan permasalahan utama yang sedang dihadapi saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori Maqasid Syar’ah dan juga efektifitas hukum menurut Soerjono Soekanto.. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti dilapangan di temukan bahwa Implementasi Program Keluarga Berencana (KB) di Kelurahan Songgodadi Kecamatan Petungkriyono belum sepenuhnya berjalan baik dan efektif. Seperti masih banyaknya masyarakat yang menolak menggunakan alat kontrasepsi dengan alasan haram atau bertentangan dengan agama (Islam), rendahnya tingkat pendidikan yang mempengaruhi kurangnya partisipasi masyarakat dilapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pendekatan yang dilakukan pemerintah dengan tingkat kepatuhan masyarakat dalam melakukan progam Keluarga berencana serta memberikan telaah terhadap pendekatan socio-cultural dalam pelaksanaan progam Keluarga berencana.
Revitalisasi Peran Guru Agama dalam Membangun Kampung Keluarga Sakinah di Kuripan Yosorejo Pekalongan Selatan Kota Pekalongan Ridho Riyadi; Setyawan M Adin; Pratama Ilham Wahyu; Jayanti Dwi
Janaka, Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): May 2022
Publisher : LP3M STAI Darussalam Krempyang Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/janaka.v4i1.554

Abstract

The Sakinah family is the goal of marriage. To build a family that ends in sakinah requires many roles, including the role of a religious teacher in the community who becomes a reference in dealing with problems in the household. However, in the midst of the COVID-19 pandemic, many family strengthening activities did not run because they did not allow face-to-face meetings. This service activity aims to strengthen the motivation of religious teachers in building a sakinah family in Pekalongan City. BP4 (Advisory Board for the Guidance and Preservation of Marriage) Pekalongan City has tutors who become extension workers at the kelurahan level consisting of religious teachers, community leaders. The main problem experienced by BP4 Pekalongan City is the lack of enthusiasm for tutors in building a sakinah family in the midst of the covid 19 pandemic and the vacuum of pre-marital briefing activities for prospective husband and wife during the covid 19 pandemic. The solution to the first problem is to organize a revitalization of the role of religious teachers, while the solution to the second problem is pre-marital debriefing for prospective husband-wife couples online using the Google Meet and Messenger platforms.
PENAFSIRAN ALI ASH-SHABUNI TENTANG AYAT-AYAT ZINA Ridho Riyadi Riyadi
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v5i2.475

Abstract

In Islam, adultery is a very bad act and a big sin for the perpetrator. However, in modern times, it is not uncommon for Muslims to know about the prohibition of adultery but still do it. Therefore this paper tries to explore further the interpretation of adultery (zina) according to Ash-Shabuni in the Shafwatu Tafasir commentary book. This study uses a library research method, which is a research whose data collection method is based on literature from scientific books related to the problem of adultery. The results of the research according to Ash-Shabuni zina for unmarried adulterers (ghairu muhsan) were beaten a hundred times and exiled for a year while adultery for married offenders (muhsan) was stoned to death.
LEGALIATAS AZAN DI AL-QURAN (Studi Tafsir Maudhui) Ridho Riyadi; M. Adin Setyawan
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v6i2.621

Abstract

Azan sebagai syiar Islam dengan tujuan untuk mengajak umat muslim melaksanakan ibadah shalat lima waktu sesuai dengan perintah Allah di Al-Quran. Dakwah Islam dalam azan merupakan suatu kegiatan menyampaikan pesan yang terkandung dalam lafaz-lafal azan. Lafal-lafal azan sendiri telah ditetapkan oleh syariat melalui hadits-hadits Nabi, sehingga lafal azan tidak boleh seorangpun di dunia ini menggantinya dengan lafal lain walaupun mengandung makna yang baik. Artinya lafal-lafal azan tidak ada ruang untuk berijtihad di dalamnya. Lafal azan-pun harus dikumandangkan dengan bahasa arab sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh syariat.
Internalisasi Komitmen Tanggung Jawab Anggota Terhadap Kegiatan Ekstrakurikuler: Studi Pada Siswa Anggota Ekstrakurikuler Teater di MA YIC Bandar Batang Bangkit Rizka Hidayatullah; Arditya Prayogi; Abdul Mukhlis; Ridho Riyadi; Imam Prayogo Pujiono
Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service Vol. 2 No. 1 (2024): Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service
Publisher : Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanggung jawab merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran. Seseorang harus memiliki karakter tanggung jawab sebagai wujud dari kedewasaan diri untuk menunjukkan bahwa dirinya merupakan seseorang yang mampu menjalankan kewajiban baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Teater sebagai miniatur kehidupan mengajarkan banyak hal dalam mempelajari arti kehidupan, salah satunya tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain. Artikel ini bertujuan menggambarkan bagaimana siswa anggota teater di MA YIC Bandar Batang menginternalisasikan komitmennya terhadap kegiatan organisasi. Artikel ini disusun dengan pendekatan kualitatif dengan didukung metode perolehan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil telaah menunjukkan adanya karakter tanggung jawab yang muncul pada diri siswa setelah mengikuti ekstrakurikuler teater. Proses internalisasi karakter tanggung jawab terjadi melalui tiga tahapan. Tahap pertama transformasi nilai, tahap kedua transaksi nilai dan tahap ketiga transinternalisasi nilai. Proses internalisasi melibatkan banyak unsur atau elemen mulai dari kepala sekolah, pembina, guru, pelatih dan orang tua.
Implementasi Kurikulum Mandiri dalam Pembiasaan Moral Anak Usia Dini di RA Darul Abror Kabupaten Brebes Riyadi, Ridho; Indah Rahmawati
Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Al-Amin Vol 2 No 2 (2024): September 2024
Publisher : STAI Al-Amin Gersik Kediri Lombok Barat NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54723/ejpiaud.v2i2.194

Abstract

Getting into the habit of noble morals from an early age is important because it is based on observations. At the same time, researchers at RA Darul Abror have implemented religious and moral values ​​such as example, and advice, and teachers always get used to greetings, smiling at greetings, dhuha prayers which have been running for five years which are held only on Sundays. Friday. However, some children experience a decrease in enthusiasm for carrying out these routine activities, often children do not want to participate in the Duha prayer, and there are even some children who do not want to go to school just because there are Duha prayer activities. This type of research is descriptive-qualitative. There are two data sources, primary and secondary, data collection techniques are observation, interviews, and documentation. Meanwhile, the analysis uses data condensation, presentation, and verification. The results of this study in familiarising students' praiseworthy morals include planning, implementation, and evaluation. Planning consists of Prosem, RPPM (Sunday Learning Implementation Plan), RPPH (Daily Learning Implementation Plan), implementation includes exemplary, environment, advice, attention, storytelling, play and habituation, and evaluation. While the supporting factors are family and community environment, professional teachers, cooperation between guardians and teachers, and mobile phones/laptops, inhibiting factors are children's feelings (instincts), limited infrastructure, and school access.
Implementasi Penilaian Autentik dalam Kurikulum Merdeka di RA Darul Abror Kabupaten Brebes Indah Rahmawati; Riyadi, Ridho
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 5 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v5i1.8760

Abstract

This study aims to assess the implementation of authentic assessment within the Merdeka Curriculum at RA Darul Abror Brebes and analyze the supporting and inhibiting factors involved. The research employs a qualitative-descriptive method with primary data sources including observations, interviews, and documentation, as well as secondary data from RA Darul Abror's internal records. Data analysis is conducted using Miles and Huberman's model, which involves data reduction, data presentation, and verification. The findings indicate that RA Darul Abror has implemented authentic assessment in line with the Merdeka Curriculum, utilizing both formative and summative assessments. Formative assessment is employed to provide feedback and revise the learning process, while summative assessment is used at the end of a period to measure learning outcomes. Assessment instruments include anecdotal records, student work samples, and development checklists. Supporting factors for the implementation of authentic assessment include family support, adequate teacher understanding, cooperation between parents and teachers, and teacher discussions. However, challenges such as insufficient comprehensive understanding of authentic assessment among some teachers and a lack of socialization regarding authentic assessment within the Merdeka Curriculum also exist.