Problem penelitian yang di angkat dalam tulisan ini yakni melihat bagaimana dampak desentralisasi pendidikan di kawasan perbatasan Pulau Kalimantan. Penelitian ini juga bertujuan untuk melihat bagaimana pelaksanaan kebijakan desentralisasi terhadap pelayanan pendidikan di wilayah perbatasan Kalimantan. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa pelaksanaan desentralisasi secara signifikan tidak berpengaruh terhadap pelayanan pendidikan di wilayah perbatasan. Hal ini didasari kepada fasilitas pendidikan seperti unit sekolah, tenaga pengajar, kesadaran masyarak untuk bersekolah masih sangat memperihatinkan. Sistem rekruitmen PNS yang terpusat menjadikan kendala tersendiri bagi pemerintah daerah untuk memfasilitasi pemenuhan tenaga pengajar di wilayah perbatasan. Buruknya pelayanan pendidikan di wilayah perbatasan Kalimantan menyebabkan terjadinya hummand trafficking terhadap anak-anak, banyaknya masyarakat yang memilih eksodus, dan lunturnya nasionalisme anak-anak perbatasan yang bersekolah di Malaysia. Dengan demikian, desentralisasi belum mampu untuk memaksimalkan kontrol terhadap pelayanan public dan mencapai pemerataan pelayanan keseluruh penjuru negeri serta kesejahteraan rakyat yang demokratis. Semuanya masih dalam hal pengupayaan dengan hasil belum maksimal. Kata kunci: Desentralisasi, Pelayanan Pendidikan, Perbatasan Kalimantan.
Copyrights © 2021