Penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar motor diesel secara umum mulai banyak dikenal beberapa tahun belakangan ini. Bahan nabati yang telah banyak digunakan sebagai sumber biodiesel adalah minyak sawit dan minyak castor, akan tetapi penelitian masih terus dilakukan sebagai upaya mendapatkan sumber energi terbarukan dari bahan nabati lainnya. Salah satu diantaranya adalah penggunaan minyak dari tumbuhan jagung (zea mays) sebagai bahan baku pembuat biodiesel. Biodiesel umumnya digunakan sebagai subtitusi bahan bakar fosil, dengan cara dicampurkan dengan rasio tertentu. Pencampuran dilakukan agar biodiesel dapat digunakan pada motor diesel tanpa perlu modifikasi atau perlakuan khusus. Pada penelitian ini biodiesel dari minyak jagung dengan nama kimia corn methyl ester digunakan sebagai campuran marine diesel oil (MDO) dengan variasi campuran biodiesel 5% (B5), 10% (B10) dan 20% (B20). Proses pencampuran dilakukan pada suhu kamar tanpa melalui proses pemanasan. Bahan bakar campuran tersebut diuji cobakan pada marine diesel untuk mengetahui karakteristik unjuk kerjanya. Uji coba dilakukan dengan variasi putaran motor dan variasi pembebanan. Pada kondisi beban penuh (full load) unjuk kerja motor diesel yang meliputi daya motor dan torsi yang dihasilkan oleh penggunaan bahan bakar B10 lebih tinggi daripada pada penggunaan bahan bakar B5 dan B20, begitu juga pada efisiensi thermalnya. Sedangkan pada nilai SFOC bahan bakar B10 lebih rendah daripada nilai SFOC bahan bakar B5 dan B20.
Copyrights © 2016