Abstrak – Organisasi pemerintah dan penyelenggara pemerintah, suka atau tidak suka harus merubah pola dan orientasi berfikir yang selama ini telah mapan dan nyaman. Organisasi publik yang selama ini dikenal sebagai organisasi yang tidak efisien, tidak mempunyai kinerja tinggi, syarat dengan budaya dilayani dari pada melayani, serta sarang KKN, melakukan perubahan dari perubaha pola berfikir, perampingan struktur, pola kerja(dimulai dengan kinerja berbasis anggaran) dan terakhir pengembangan sumber daya manusia yang berbasis pada kompetensi model. Semua pecahan pasel itu kalau di gabungkan sesungguhnya suatu strategi untuk membentuk budaya baru untuk menggerakkan organisasi mencapai tujuannya, pelayanan prima. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja pegawai desa (Bojong Sawah, Cikaret, Jambe Nenggang, Kebon Pedes, Sasagaran), yang meliputi faktor Kedisiplinan Kerja dan Motivasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang melibatkan 45 orang Pegawai di Kecamatan Kebon Pedes sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pembagian kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan formula statistik, yakni dengan menggunakan analisis regresi berganda yang pengolahannya dilakukan dengan program SPSS versi 23. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa variabel Kedisiplinan Kerja dan Motivasi berpengaruh positif terhadap Kinerja Perangkat Desa Bojong Sawah Kecamatan Kebon Pedes Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan hasil penelitian, maka hipotesis 1 yang menyatakan, diduga bahwa terdapat pegaruh positif antara variabel Kedisiplinan Kerja dan Motivasi terhadap Kinerja Perangkat Desa Bojong Sawah Kecamatan Kebon Pedes Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan hasil tersebut, maka hipotesis 2 yang menyatakan diduga diantara kedua variabel Kedisiplinan Kerja dan Motivasi diketahui Variabel Kedisiplinan Kerja yang paling berpengaruh positif terhadap Kinerja Perangkat Desa Bojong Sawah Kecamatan Kebon Pedes Kabupaten Sukabumi.
Copyrights © 2021