Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa interferensi diantaranya: Berdasarkan hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia oleh penjual dan pembeli di pasar Maurole mengalami interferensi frasa bahasa Lio dialek-K. Adapun bentuk-bentuk interferensi yang dapat disimpulkan diantaranya: (a) Interferensi Frasa verba dengan struktur frasa (V+Adv) pada frasa beli sudah. Selain itu, terdapat struktur frasa verba+verba pada frasa beli kasi yang tergolong dalam bentuk polimerfemis. Sedangkan struktur frasa verba dalam bahasa Indonesia seharusnya menggunakan bentuk kata sudah + beli (Adv+V); (b) Interferferensi dalam bentuk frasa adverbial. Dalam struktur bahasa Lio dilek K ditemukan frasa (Adj+Adv) dalam kata kurang bisa. Sedangkan struktur frasa verba bahasa Indonesia seharunya digunakan dalam bentuk kata bisa + kurang (Adv+Adj); (c) Interferensi dalam bentuk frasa ajektifa. Struktrur frasa adjektiva dalam bahasa Lio dialek K adalah (Adj+Noun) pada kata besar + ikan cakalan. sedangkan struktur frasa adjektiva bahasa Indonesia adalah ikan cakalang + besar (Noun+Adj); (d) Interferferensi dalam bentuk frasa numberelia. Struktrur frasa numeralia dalam bahasa Lio dialek K adalah (Noun+numeralia) dengan kata ikan tujuh ekor, sedangkan struktur frasa numeralia bahasa Indonesia adalah tujuh + ekor ikan (Numeralia+Noun).
Copyrights © 2021