Perbedaan pendapat di antara nuhāt (linguis Arab) yang sering terjadi berkenaan dengan konstruksi dasar verba dalam bahasa Arab adalah apakah terdapat bentuk tsuna’i, ruba’i dan khumasi?. Pengetahuan tentang konstruksi dasar verba ini menjadi sangat urgen untuk menetapkan unsur mana yang menjadi kata dasar dan mana yang menjadi bagian dari proses afiksasi. Untuk itu, tulisan ini akan menelusuri satu pemikiran yang dikembangkan oleh Ibnu Faris melalui karya monumentalnya Mu’jam Maqāyis Al-Lughah terkait konstruksi roots verba dalam bahasa Arab. Beberapa kesimpulan yang dapat dirangkum dalam tulisan ini antara lain: pertama, ketelitian Ibnu Faris dalam mengembangkan teori-teori kebahasaan ditandai dengan munculnya teori al-ushūl wal maqāyis, sebuah teori yang mendobrak stagnasi teknik pencarian makna kata yang berlandaskan taqlibul-kalimah yang biasa digunakan dalam kamus-kamus fonetik sejak era Khalil bin Ahmad Al-Farahidi, gurunya. Kedua, roots verba dalam bahasa Arab menurutnya hanya terdiri dari satu bentuk saja yaitu tsulatsi. Bentuk-bentuk selainnya, harus dikembalikan kepada bentuk asalnya yaitu tsulatsi. Kata Kunci: Konstruksi Roots, Verba, Ibnu Fāris, Mu’jam Maqāyis Al-Lughah
Copyrights © 2020