Pemerintah melalui panti rehabilitasi bina netra menyediakan sarana pelatihan pijat bagi penyandang cacat tuna netra. Namun, masalah mulai muncul ketika terapis telah menjadi juru pijat dan siap bekerja, terapis penyandang cacat tuna netra harus berjuang menghadapi situasi di masyarakat yang penuh dengan persaingan. Ini karena profesi pijat tidak hanya ditekuni oleh para penyandang cacat tuna netra, melainkan juga ditekuni oleh orang-orang non disabilitas. Solusi dari permasalahan tersebut adalah penyediaan aplikasi layanan pijat tuna netra berbasis website. Adapun target luaran berupa website aplikasi janetra (layanan pijat tuna netra). Metode pelaksanaan meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Pada tahap persiapan, pengabdi melakukan konsultasi rancangan aplikasi pijat tuna netra kepada ahli IT. Pada tahap pelaksanaan, Tim merancang website aplikasi janetra. Pada tahap evaluasi, website janetra kemudian disosialisasikan kepada terapis penyandang cacat tuna netra. Tindaklanjut sosialisasi adalah pelatihan penggunaan aplikasi bagi admin. Untuk penyempurnaan hasil pelatihan, tim melakukan perbaikan website janetra sesuai masukan.Kata kunci: terapis pijat; tuna netra; website; aplikasi janetra
Copyrights © 2021