Konten DNA inti (KDI) suatu spesies atau populasi terbentuk melalui berbagai mekanisme seperti mutasi kromosom, insersi dan delesi, transposable element, dan duplikasi. Selain itu, hibridisasi dan posisi spesies dalam filogeni juga berperan mempengaruhi keragaman KDI. Penelitian in bertujuan menginvestigasi profil KDI pada empat spesies ikan patin dari genus Pangsius yang meliputi Pangasionodon hypophthalmus, Pangasius djambal, Pangasius nasusutus, Pangasius nieuwenhuisii, hibrida P. hypophthalmus betina dan P. djambal jantan (Hibrida HD), dan hibrida P. hypophthalmus betina and P. nasutus jantan (Hibrida HN). Sel darah merah diambil dari masing-masing spesies dan pengukuran KDI dilakukan menggunakan Attune Acoustics Flow cyometer (ABI), dengan pewarna DAPI dan sel darah merah ayam, Gallus domesticus, sebagai kontrol standar. Hasil penelitian menunjukkan rerata KDI P. hypophthalmus, P. djambal. P. nasusutus, P. nieuwenhuisii, adalah 0.960±0.0254 pg, 1.017±0.0510 pg, 1.000±0.0410 pg, 1.074±0.0231 pg, berada dalam kisaran KDI famili catfish lainnya. KDI Hibrida HD dan Hibrida HN masing-masing 005±0.0358 and 0.956± 0.0089. Diantara species tetua, KDI terendah terdapat pada P. hypophthalmus dan berdeda nyata (P<0.05) dengan KDI P. djambal dan P. nieuwenhuisii tetapi tidak berbeda (P>0.05) dengan P. nasutus. KDI Hibrida HD dan Hibrida HN tidak berbeda dengan masing-masing tetuanya. Namun, pola KDI kedua hibrida berbeda dimana Hibrida HD berada diantara kedua tetuanya sedangkan Hibrida HN berada di bawah kedua tetuanya. Secara filogenetik, keragaman KDI pada genus Pangasius tidak mengikuti pola kekerabatan sesuai hubungan filogenetik berdasarkan marka genetik sitoplasmik dan inti. Kata kunci: Flow cytometry, konten DNA inti, P.hypophthalmus, P. djambal, P. nasutus, P. nieuwenhuisii, hibrida.
Copyrights © 2020