Ampas buah kelapa sawit merupakan limbah padat yang dihasilkan oleh industri pengolahan kepala sawit yang mengandung selulosa, abu, hemiselulosa, dan lignin, yang pemanfaatannya belum maksimal. Pengolahan ampas buah kelapa sawit sebagai arang, kompos, dan soil conditioning dapat menambah nilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik arang dan kompos dari ampas buah kelapa sawit menjadi campuran media tanam sesuai persyaratan SNI. Penelitian ini dilakukan dengan cara mencacah ampas sabut kelapa sawit yang sebagian dijadikan arang dan sebagian lagi dijadikan kompos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang yang dihasilkan diperoleh rendemen rata-rata sebesar 31,67%; kadar air 81,14%; abu 13,87%; zat mudah menguap 38,45%; karbon terikat 39,54%. Pengomposan dilakukan dengan bantuan biodekomposer EM-4. Selama 30 hari pengomposan diperoleh data perubahan suhu rata-rata berkisar antara 30-430C. pH rata-rata berkisar antara 6,97-7,00 dan penyusunan bobot rata-rata kompos yaitu 31,55%. Hasil karakterisasi kompos (C, N, P, dan K) dan rasio C/N rata-rata yaitu: C=2,20%; N=0,14%; P=12,41%; K=0,48%; rasio C/N= 15,84. Uji respon pertumbuhan media tanam campuran arang-kompos terhadap tanaman Caladium bicolour menunjukkan pertambahan tinggi dan daun secara intensif. Hal ini berarti pencampuran arang dan kompos sebagai media tanam dapat meningkatkan hara sehingga dapat memberikan sinergi positif.
Copyrights © 2020