Pemberdayaan kualitas pembelajaran Kelompok Kerja Guru SD di Kec Semarang Barat Kota Semarang dalam implementasi Kurikulum 2013 untuk menghantarkan siswa SD ke Abad 21 memerlukan keterampilan dan kreatifitas yang tinggi dalam memahami dan menerapkan model pembelajaran inovatif berbasis kontruktivis. Pembelajaran inovatif berlandaskan paradigma konstruktivistik membantu siswa untuk menginternalisasi, membentuk kembali, atau mentransformasi informasi baru. Ciri pengajaran konstruktivistik yang mendorong konstruksi pengetahuan secara aktif antara lain : (1) menyediakan peluang kepada siswa belajar dari tujuan yang ditetapkan dan mengembangkan ide-ide secara lebih luas; (2) mendukung kemandirian siswa belajar dan berdiskusi, membuat hubungan, merumuskan kembali ide-ide, dan menarik kesimpulan sendiri.Untuk itu kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan model pembelajaran inovatif berbasis kontruktivis; dan (2) melatih keterampilan guru dalam menerapkan model pembelajaran inovatif berbasis kontruktivis. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan metode brain storming, ceramah, diskusi, demonstrasi, penugasan dan pendampingan.Target pengabdian masayarakat pelatihan mengembangkan model pembelajaran berbasis kontruktivis SD Kec Semarang Barat Kota Semarang adalah produk dengan perincian sebagai berikut: (1) Pemetaan KD kelas 4, 5 dan 6 (2) Instrumen identifikasi kesesuaian KD dengan model pembelajaran , (3) Pendampingan pembuatan RPP menerapkan pembelajaran inoatif berbasis kontruktivis; (4) Pendampingan pengamatan video pembelajaran inovatif: (5) Produk laporan dan (6) Publikasi ilmiah. Metode pelaksanaan yang mengacu kepada analisis situasi program-program yang disepakati bersama dengan Kelompok Kerja Guru Kec Semarang Barat Kota Semarang adalah diskusi, sosialisasi, pelatihan, workshop, dan praktik langsung.Hasil pengabdian peserta memahami model pembelajaran inovatif dan peserta mampu membuat RPP dengan menerapkan model pembelajaran inovatif. Hal itu terlihat pada dari 57 peserta nilai pretest rata-rata nilai 45 setelah mengikuti pelatihan nilai pos-test naik menjadi 89. Dihasilkan perangkat pembelajaran berupa RPP yang menerapkan model pembelajaran sebanyak 10 set.
Copyrights © 2020