ABSTRAK Kebutuhan sehari-hari air bersih sebagai air minum bagi makhluk hidup sangatlah penting, dan perlu suatu analisis jaringan perpipaan untuk mencukupinya. Analisis jaringan perpipaan sangat komplek dan perhitungannya harus akurat. Sistem jaringan distribusi untuk air minum tentunya penggunaan pipa adalah yang utama, dimana perlu diperhatikan faktor kehilangan tinggi tekanan (headloss). Dan perlu diperhatikan debit dan tekanan yang terjadi, karena semakin besar debit dan kehilangan tinggi tekanan pipa, maka akan berdampak pada distribusi air yang tidak lancar. Kehilangan suatu energi adalah faktor yang berpengaruh terhadap kapasitas pipa sebagai sarana distribusi air, karena debit aliran air akan berkurang. Kehilangan energi disebabkan oleh koefisien gesek pada pipa, perubahan penampang penampang yang ada pada pipa, dan belokan pipa di sepanjang pipa yang digunakan dan panjang pipa juga dapat mempengaruhi kehilangan energi pada pipa. Pada tahun 2019 untuk wilayah pengaliran Booster Kenten pada jaringan pipa distribusi air bersihnya mengalami kehilangan tinggi tekan (hgs), dan yang terbesar pada pipa blok 5 yaitu 1,82 atm, sementara pipa blok 12 yang terkecil yaitu 0,01 atm dengan kehilangan tinggi tekan rata-rata 0,33 atm
Copyrights © 2021