Sudah menjadi hal yang sering ditemukan, apabila ada ungkapan yang menyatakan bahwa perempuan tercipta dari tulang rusuk laki-laki. Perkataan tersebut merupakan kiasan yang maklum di masyarakat, khususnya di Indonesia. Tak hanya itu saja, kita sering mendengar ada orang berujar, “Saya belum berjumpa dengan tulang rusuk yang hilang,” demikian kata mereka yang mengaku belum mendapat jodoh. Karena pada dasarnya, perumpamaan ini populer salah satunya melalui kisah Siti Hawa, yang konon diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam AS. Tulisan ini hendak menyoroti perkara tekstualitas dan kontekstualitas Ali Mustafa Yaqub dalam memahami suatu hadis. Apa yang dijadikan locus atau cara memahami hadis (fiqh al-hadis) yang direkam oleh beliau melalui karyanya yang berjudul al-T{uruq al-S{ah}i>h}ah} fi> Fahmi al-Sunnah al-Nabawiyyah. Berdasarkan penelitian ini, menurut Ali, al-Qur'an tidak mensinyalir sedikit pun bahwa ibu kita Hawa (perempuan) tercipta dari tulang rusuk bapak kita Adam (laki-laki). Penjelasan seperti ini pun tidak ditemukan di dalam Hadis. Sehingga tidak dapat dilegitimasi bahwa penciptaan perempuan dari salah satu organ tubuh laki-laki, yakni rusuk.
Copyrights © 2021