Ahmad Bahrudin
Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemahaman Ali Mustafa Yaqub Tentang Hadis Penciptaan Wanita Dari Tulang Rusuk dalam Kitab; Al-Ṭurq Al-Ṣaḥīḥah Fī Fahm Al-Sunnah Al-Nabawiyah Muhammad Lutfiyanto; Ahmad Bahrudin; Abdurrohman Abdurrohman
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 4 No 1 (2021): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sudah menjadi hal yang sering ditemukan, apabila ada ungkapan yang menyatakan bahwa perempuan tercipta dari tulang rusuk laki-laki. Perkataan tersebut merupakan kiasan yang maklum di masyarakat, khususnya di Indonesia. Tak hanya itu saja, kita sering mendengar ada orang berujar, “Saya belum berjumpa dengan tulang rusuk yang hilang,” demikian kata mereka yang mengaku belum mendapat jodoh. Karena pada dasarnya, perumpamaan ini populer salah satunya melalui kisah Siti Hawa, yang konon diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam AS. Tulisan ini hendak menyoroti perkara tekstualitas dan kontekstualitas Ali Mustafa Yaqub dalam memahami suatu hadis. Apa yang dijadikan locus atau cara memahami hadis (fiqh al-hadis) yang direkam oleh beliau melalui karyanya yang berjudul al-T{uruq al-S{ah}i>h}ah} fi> Fahmi al-Sunnah al-Nabawiyyah. Berdasarkan penelitian ini, menurut Ali, al-Qur'an tidak mensinyalir sedikit pun bahwa ibu kita Hawa (perempuan) tercipta dari tulang rusuk bapak kita Adam (laki-laki). Penjelasan seperti ini pun tidak ditemukan di dalam Hadis. Sehingga tidak dapat dilegitimasi bahwa penciptaan perempuan dari salah satu organ tubuh laki-laki, yakni rusuk.
METODE PARSIAL DAN SIMULTAN DALAM ANALISIS HADIS TENTANG NABI MUSA MENAMPAR MALAIKAT MAUT Moh Imron Imron; Ahmad Bahrudin
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 2 No 1 (2024): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/musnad.v2i1.314

Abstract

Hadis yang menceritakan tentag Nabi Musa menampar malaikat Jibril merupakan salah satu hadis yang diperselisihkan kebenarannya. Karena, kandungan hadis tersebut bertentangan dengan akal, tidak rasional. Perselisihan ini yang kemudian menuntut agar dilakukan penelitian untuk memastikan Bagaimana kualitas dan pemahamannya?. Metode parsial dan simultan dalam penelitian hadis adalah metode yang akan digunakan dalam penelitian ini untuk menjawab persoalan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian library researchengan pendekatan parsial dan simultan dalam penelitian. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa, setelah dilakukan penelitian hadis secara parsial dan simultan maka, hadis yang menceritkan tentang “Nabi Musa menampar malaikat maut sehingga bercak matanya” secara sanad, sahih. Secara matan hadis ini juga sahih. Karena tidak shad dan tidak ada ‘illat, hadis ini berkaitan dengan hal-hal yang sifatnya ghaib. suatu hadis jika kandungannya berkaitan dengan hal-hal yang ghaib seperti peristiwa malaikat Jibril dengan Nabi musa maka, tidak bisa dilogikakan namun hal ini merupakan ranah iman.