Ubi jalar merupakan salah satu tanaman pangan penting dunia yang sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Hal ini didukung dengan keberadaan plasma nutfah yang cukup tinggi di Indonesia sehingga langkah pelestarian plasma nutfah sangat penting untuk dilakukan. Pelestarian plasma nutfah tidak saja diterapkan pada varietas yang mempunyai nilai ekonomi tinggi tetapi sangat penting diterapkan juga pada plasma nutfah yang saat ini belum diketahui nilai ekonominya. Ubi jalar yang ada belum seluruhnya terkarakterisasi sehingga kemungkinan masih banyak sumber potensi keragaman genetik ubi jalar yang belum diketahui. Oleh karena itu perlu dilakukan karakterisasi untuk mengetahui sifat genetik, morfologi, anatomi, dan agronomi tanaman untuk menghindari terjadinya duplikasi pada koleksi plasma nutfah. Sampai saat ini informasi mengenai suatu keragaman ubi jalar sangatlah terbatas, sehingga perlu dilakukan suatu tindakan agar keragaman ini dapat terpelihara dan lestari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfologi beberapa plasma nutfah ubi jalar. Penelitian ini menggunakan 12 aksesi ubi jalar yang diperoleh dari petani ubi jalar di daerah Majalengka dan ubi jalar koleksi dari BALITKABI, Malang. Dua belas aksesi ubi jalar tersebut adalah: Kidal, Salossa Papua, Antin 1, Antin 3, Beta 1, Beta 2, Sari, Sarwentar, Mentega, Manohara, Dungkul, dan Cilembu. Setiap koleksi plasma nutfah ubi jalar memiliki perbedaan morfologi yang nyata, baik pada bentuk daun, warna daun, bentuk batang, warna batang, warna kulit dan bentuk umbi serta warna umbi. Karakteristik morfologi menunjukkan keragaman genetik yang tinggi pada koleksi plasma nutfah ubi jalar.
Copyrights © 2021