Penelitian ini mengaitkan konsep Pythagoras dengan Budaya Banten. Budaya Banten memiliki unsur etnomatematika terutama konsep Pythagoras. Konsep Pythagoras dalam budaya Banten meliputi konstruksi bangunan atau ukuran yang memiliki aturan Pythagoras. Penelusuran keteraturan matematis pada budaya Banten dapat menjadi kajian yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran matematika pada materi Teorema Pythagoras. Tujuan penelitian ini mengeksplorasi budaya Banten yaitu atap rumah adat baduy, motif batik leuit cikadu pandeglang, gapura khas banten, gapura masjid kasunyatan, totopong baduy, ulur tenun baduy, dan atap Masjid Agung Banten terhadap konsep Pythagoras. Metode penelitian menggunakan pendekatan etnografi dengan mengintegrasikan kajian teoritis dan empiris yang diperoleh dari kegiatan observasi dan wawancara sebagai alat pengumpul data. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebudayaan Banten memiliki berbagai konsep Pythagoras yaitu konsep Teorema Pythagoras pada segitiga siku-siku, Teorema Pythagoras, menentukan jenis segitiga berdasarkan sisi yang diketahui, triple Pythagoras, perbandingan sisi-sisi pada segitiga siku-siku sama kaki. Perbandingan sisi-sisi pada segitiga siku-siku dengan sudut 30°, 60°, dan 90°. Dengan kajian etnomatematika terhadap budaya Banten sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter pada nilai nasionalis dengan memiliki kompetensi sikap kecintaan terhadap budayanya sendiri dapat tumbuh dan dimiliki oleh siswa sebagai jati diri bangsa. Kata kunci: Budaya Banten, matematika, pythagoras
Copyrights © 2021