Untuk melestarikan batik perlu dilakukan inventarisasi motif ragam hias, pewarisan keterampilan membatik dan penanaman apresiasi. Sasarannya adalah calon pengrajin dan kepada masyarakat yang akan menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya kesenian tersebut. Tahap pelestarian batik tersebut diterapkan kepada anggota majelis taklim Salsabila Al Barokah di Kampung Lebak, Jakarta Selatan dengan mempertimbangkan kebutuhan mitra akan keterampilan memproduksi komoditi, dihubungkan dengan fakta, bahwa sebagian besar beretnis Betawi dan memiliki pengetahuan yang baik tentang ragam hias Betawi yang dapat diterapkan menjadi komponen utama batik. Metode perlakuannya adalah dengan memberi pengetahuan tentang sejarah singkat dan filosofi batik di Indonesia, meneguhkan dan menambah pengetahuan tentang ragam hias Betawi sebagai komponen batik, dan memberi praktik latihan membatik. Pencapaian yang dihasilkan adalah terjadi peningkatan pengetahuan tentang batik, penguasaan ketrampilan dasar membatik, dan peningkatan penghargaan terhadap batik. Kata kunci: batik, kriya tekstil, Betawi, ragam hias
Copyrights © 2018