KINAA: Jurnal
Vol 5 No 1 (2020)

Pluralisme Agama: Sebuah Kajian Terhadap Pemikiran John Hick

Hans Lura (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2020

Abstract

Pluralitas merupakan fakta sosial. Pluralitas merupakan sunatullah yang tidak bisa ditolak oleh manusia, manusia hanya bisa bersikap menerima karena merupakan kehendak sang Pencipta. Itulah sebabnya kehidupan manusia di bumi plural baik secara suku, agama, ras dan golongan (SARA). Masalahnya adalahbagimana manusia memahami, memaknai, menerima dan menghargai kehidupan pluralitas itu sebagai realitas hidup yang merangkai perbedaan menjadi pelangi kehidupan. Ibarat pelangi, pluralitas agama amat sangat bisa berkontribusi bagi terwujudnya harmoni sosial manusia di dunia ini. Karena itu ada banyak orang berkontribusi memberikan pemikiran dan gagasan cemerlang tentang pluralisme agama. Salah satu teolog dan pemikir Inggris yang sangat cemerlang mengembangkan gagasan pluralisme agama adalah John Hick. Karena itulah saya tertarik mengulas pemikiran John Hick dalam artikel ini. Tujuan penulisan artikel ini yaitu menggiatkan usaha mengembangkan wacana pluralisme agama agar dapat dikenalkan kepada masyarakat secara umum, sehingga orang bisa mengembangkan sikap inklusif terhadap pluralismeagama dan mau menghormati pluralitas agama. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif library research. Metode ini menekankan kepada kemampuan mendeskripsikan fenomena yang ada, kemudian menganalisanya berdasarkan berbagai gagasan John Hick tentang pluralism agama. Sekilas hasil artikel ini yaitu Hick merupakan salah satu tokoh yang koncern pada isu teologi global dan pluralisme agama. Hick mengajak melakukan transformasi paradigma teologi yaitu: menjadikan TUHAN (yang disebut: The Real) sebagai pusat konsep percakapan, bukan konsep agama, karena tak satupun manusia yang bertemu dengan Tuhan.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

kinaa

Publisher

Subject

Religion Humanities Education

Description

Kinaa is a word in Toraja languages that means full of wisdom. Kinaa is one of the core characters of Toraja culture. This character process is not instant. A person who is followed and emulated is one who has the character of quinine. Another character is manarang which means clever, barani means ...