Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan
Volume 4 edisi 2 Juli 2017

PERIAKU ANOMI (STUDI PADA SISWA DI SMP NEGERI 21 MAKASSAR)

Aswan Aswan (Universitas Negeri Makassar)
Andi Agustang (Universitas Negeri Makassar)



Article Info

Publish Date
27 Jul 2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa siswa SMP Negeri 21 Makassar berperilaku menyimpang, apa dampak  yang ditimbulkan dari perilaku menyimpang bagi siswa SMP Negeri 21 Makassar, dan Bagaimana cara menanggulangi perilaku menyimpang siswa SMP Negeri 21 Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif tipe deskriptif. Pemilihan informan dalam penelitian ini dengan cara purposive sampling dengan kriteria siswa yang berperilaku menyimpang berstatus siswa SMP Negeri 21 Makassar sebanyak enam orang, guru Bimbingan Konseling (BK) satu orang, dan Wakasek Kesiswaan satu orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan member chek. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa siswa berperilaku menyimpang dipengaruhi oleh faktor lingkungan sekolah dan faktor teman sebaya. Dampak yang ditimbulkan dari perilaku menyimpang bagi siswa di SMP Negeri 21 Makassar adalah dampak negatif seperti; merasa malu, membatasi pergaulan, mendapatkan hinaan, nilai tidak tuntas, scorsing, dipindahkan. Kemudian dampak Positif seperti; merasa terkenal di antara guru dan siswa-siswi di SMP Negeri 21 Makassar, banyak teman, menguatkan solidaritas antar teman sebaya atau geng yang berperilaku sama atau menyimpang, disegani sehingga mudah untuk memerintah siswa lain. Adapun tindakan yang dilakukan pihak sekolah dalam menanggulangi perilaku menyimpang siswa SMP Negeri 21 Makassar yakni tindakan preventif; sosialisasi tata tertib saat masa MOS siswa, Pemeriksahan rutin atau swiping, penyuluhan setiap upacara pagi dan apel, melakukan koordinasi dengan BIMAS (kepolisisan), kelurahan, dan masyarakat, menugaskan pegawai honor sebagai intelejen. Adapun tahapan selanjutnya yaitu tindakan represif, diantara tindakan yang diambil yaitu; teguran langsung dan pemberian hukuman oleh guru atau wali kelas, kemudian di rujuk ke BK untuk tindakan lanjutan, pemangilan orang tua,  dan kunjungan rumah.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

sosialisasi

Publisher

Subject

Education Social Sciences

Description

Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Published by the peer review process and open access with p-ISSN: 2356-0886 and e-ISSN: 2722-3086. Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi ...