JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020

KAJIAN JARINGAN DAERAH IRIGASI MEROWI KECAMATAN KEMBAYAN KABUPATEN SANGGAU

Ricky Setiawan (Unknown)
Kartini - (Unknown)
Danang Gunarto (Unknown)



Article Info

Publish Date
12 Nov 2020

Abstract

Daerah irigasi Merowi merupakan irigasi terbesar di Kalimantan barat yang terlertak di Desa Semayang, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau. D.I Merowi saat perencanaannya memiliki luas lahan potensial 1.660 Hektare mengalami perubahan fungsi lahan produktif hanya tersisa tersisa 499,88 Hektare. Tujuan penelitian mengetahui luasan lahan yang berfungsi sebagai lahan pertanian dan mengetahui penyebab air dari Bendung Merowi tidak dapat mengaliri jaringan D.I Merowi. Hasil Analisis kondisi saluran menunjukan kondisi Saluran mengalami kerusakan parah dengan indeks kerusakan 48 % dan hasil analisis elevasi dasar saluran menunjukan saluran mengalami kenaikan elevasi pada saluran yang berjarak 1898,2 m dari intake dengan elevasi 43,846 mengalami kenaikan sebesar 2,158 m pada saluran yang berjarak 1981,2 m dari intake dengan elevasi 46,004. Kenaikan elevasi terjadi pada pengukuran saluran terakhir, kenaikan elevasi berpengaruh dengan kondisi elevasi mercu 47,000 dan posisi muka air pada elevasi 46,892 sedangkan elevasi dasar saluran tertinggi terjadi pada saluran yang berjarak 2558,2 m dari intake dengan elevasi 50,798 yang dimana posisi ini berada diatas mercu dengan beda tinggi 3,798 m dan berada diatas elevasi muka air, kondisi ini sangat berpengaruh terhadap aliran air dikarenakan posisi dasar saluran berada diatas elevasi mercu bendung. Hasil analisis pengukuran luas lahan yang berfungsi sebagai lahan pertanian seluas 80,10 Hektare. Kata Kunci: Bendung Merowi, Kondisi Jaringan, Elevasi dasar saluran, Luas lahan fungsional.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

JMHMS

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung ...