Profetika
Vol. 21, No. 2, Desember 2020

KEARIFAN LOKAL SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL: STUDI HIDDEN CURRICULUM DI PONPES NURUL HUDA SRAGEN

Siti Afiah (Program Doktor Pendidikan Agama Islam UMS, Jl. Yani Pabelan Surakarta)
Musa Asy'arie (Program Doktor Pendidikan Agama Islam UMS, Jl. Yani Pabelan Surakarta)
Sekar Ayu Aryani (Program Doktor Pendidikan Agama Islam UMS, Jl. Yani Pabelan Surakarta)



Article Info

Publish Date
28 Dec 2020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kearifan lokal dipraktekkan sebagai sarana pendidikan Islam, bagaimana hidden curriculum berimplikasi terhadap perilaku santri serta berperan dalam penguatan karakter multikultural. Menggunakan metode kualitatif yang bersifat eksploratif dengan fokus  holistik yaitu place, actor dan activity. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Sumber data sesuai  purpossive sampling adalah semua unsur personalia yang terlibat dalam kegiatan  pondok pesantren. Hasil penelitian diantaranya (1) kearifan lokal sebagai sarana pendidikan Islam dipraktekkan dengan menyampaikan nilai-nilai Islam melalui kegiatan budaya lokal seperti pagelaran wayang kulit, filsafat Jawa dalam kemasan bahasa yang sederhana, arsitektur masjid model Jawa yang mengutamakan keterbukaan dan kebersamaan serta upaya pelestarian budaya tradisional yang berakar pada rasa syukur kepada Tuhan. (2) Hidden curriculum berimplikasi terhadap perilaku santri  melalui wejangan dan tausiah pimpinan pondok. (3) Peranan hidden curriculum dalam penguatan karakter multikultural terlihat dari softskill santri yang menunjukkan kemampuan membangun sikap toleransi, kebersamaan dan kesetaraan.

Copyrights © 2020