Salah satu pendidikan karakter yang terdapat di sekolah adalah terjalinnya sikap sopan santun yang dilakukan oleh siswa kepada lingkungan sekitarnya di sekolah. Indonesia telah dikenal luas di mata dunia dengan budaya yang menjunjung tinggi keramahan dan sopan santun. Nilai budaya dan karakteristik masyarakat Indonesia yang sangat menjunjung tinggi persaudaraan, saling menghormati dan menghargai orang lain sangat kental. Beberapa tahun terakhir budaya keramahan dan sopan santun di Indonesia mengalami penurunan.Internalisasi sebagai upaya atau proses memasukan pengetahuan (knowing) dan keterampilan melaksanakan (doing) itu ke dalam pribadi. Sopan santun adalah aktivitas seseorang yang dapat diamati oleh orang lain atau instrument penelitian terhadap suatu perangsang atau situasi yang dihadapi berkaitan dengan hubungan kemasyarakatan, meliputi menghormati guru/orang yang lebih tua dari kita, tolong menolong, husnudzon dan menghargai orang lain, perilaku sopan santun merupakan cerminan dari akhlak mahmudah (akhlak yang baik).Proses merawat inilai-nilai sopan santun di lingkungan pendidikan mempunyai beberapa prosedur, mekanisme, rangkaian kegiatan, urutan pelaksanaan, desain, ruang dan waktu, yang dilakukan secara terus menerus. Untuk menciptakan situasi belajar yang akan mengembangkan pengalaman siswa, maka kegiatan pembelajaran berupa ekstrakurikuler keagamaan yang dilaksanakan terdiri dari : 1) Shalat sunat Dhuha secara berjama’ah. 2) Membaca surat Yasin. 3) Melaksanakan latihan khitobah (pidato). 4) Bimbingan Baca Tulis al-Qur’an. 5) Melaksanakan latihan Seni Hadroh. 6) Pelaksanaan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). 7) Pesantren Ramadhan (Sanlat). Kata kunci :Merawat, nilai-nilai, sopan santun
Copyrights © 2020