Materi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diajarkan di sekolah hanya memiliki penekanan kepada topik-topik yang memperkuat iman dan jalannya menuju akhirat, tanpa adanya kesadaran akan pentingnya dialog antar umat beragama. Kondisi ini membuat Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi sangat ekslusif dan tidak toleran. Dewasa ini, Pendidikan Agama Islam (PAI) harus dilakukan reorientasi filosofis-paradigmatik tentang bagaimana membuat peserta didik memahami tentang agama yang lebih inklusif, pluralistic, multicultural, humanistic, dialog, persuasive, kontekstual, substansial, dan aktif secara social. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan pendidikan multicultural di sekolah melalui sejumlah materi Pendidikan Agama Islam.
Copyrights © 2020