Abstrak: Latar belakang: Lekorea (keputihan) pada remaja putri merupakan hal yang biasa dikeluhkan. Oleh karena dianggap hal yang biasa inilah, terkadang remaja putri tidak menyadari bahwa keputihan yang dialaminya sudah mulai berisiko terhadap kesehatan reproduksinya. Hal ini dapat menimbulkan masalah pada saat remaja putri tersebut menikah, berupa kebuntuan di saluran tuba, oleh karena proses infeksi. Tujuan: Memberikan edukasi tentang lekorea pada remaja putri, tanda dan risiko yang kemungkinan terjadi apabila lekorea tidak ditangani dengan baik. Metode: Penyuluhan tentang lekorea, tanda, dan risikonya. Pretes dan postes dilakukan pada peserta untuk mengetahui pengetahuan mereka sebelum diberikan penyuluhan dan seberapa besar peningkatan pemahaman mereka setelah pemberian penyuluhan. Tanya jawab melengkapi sesi diskusi untuk lebih menguatkan pemahaman materi dan mengukur tingkat antusiasme peserta pengabdian terhadap materi yang disampaikan. Hasil: Penyuluhan dihadiri oleh 70 remaja putri, yang mengikuti pretes dan postes sebanyak 65 orang, dengan nilai pretes 36,9 dan nilai postes meningkat menjadi 80,8. Sekitar 50% peserta menyatakan informasi mengenai lekorea mereka dapatkan dari media massa atau sosial media. Kesimpulan: Penyuluhan dengan metode yang mengena efektif meningkatkan pemahaman peserta pengabdian dibandingkan sebelum dilakukan penyuluhan. Abstract: Background: Leucorrhoea in adolescent girls is a common complaint. Because it is considered normal, sometimes young women do not realize that the vaginal discharge they are experiencing has begun to risk their reproductive health. This can cause problems when the young woman is married, in the form of deadlock in the fallopian tubes, due to the infection process. Objective: To educate leucorrhoea adolescent girls about the signs and risks that may occur if leucorrhoea is not treating correctly.Methods: Analyzing leucorrhoea through signs and risks. Pre-test and post-test were conducted on participants to find out their knowledge before being given counselling and how much their understanding increased after giving counselling. Questions and answers complete the discussion session to further strengthen the understanding of the material and measure the level of enthusiasm of the service participants for the material presented. Results: The counselling was attended by 70 young women that took the pre-test and post-test of 65 people. The pre-test score of 36.9, and a post test score increased to 80.8. Around 50% of participants stated that their information about leucorrhoea was obtained from mass media or social media. Conclusion: Counselling with effective methods increases the understanding of service participants compared to before counselling.
Copyrights © 2021