The purpose of this research was to find out participation motives from Javanese people on panggih ceremony of Javanese traditional marriage at Sri Bawono Village. The method used descriptive method with qualitative approach. The data were collected by interview, observation and documentation. The data analysis technique used technique analysis data qualitative. The results showed that Javanese people at Sri Bawono Village still carried out the panggih ceremony because it has become Javanese people's identity and it contains a noble value, existence of myth in Javanese people at Sri Bawono Village were still believed. The conclusion of this research shows that participation motives from Javanese people on the panggih ceremony is: maintaining traditions, helping others, establishing good relationships, avoiding social sanctions, and getting retribution.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui motif partisipasi masyarakat Jawa pada upacara panggih perkawinan adat Jawa di Kampung Sri Bawono. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukan masyarakat Jawa di Kampung Sri Bawono tetap melaksanakan upacara panggih karena sebagai identitas masyarakat Jawa, mengandung nilai-nilai luhur, adanya mitos dalam upacara panggih yang masih dipercaya. Kesimpulan penelitian ini, motif partisipasi masyarakat pada upacara panggih yaitu: menjaga tradisi, membantu sesama, menjalin hubungan yang baik, menghindari sanksi sosial, dan memperoleh balasan.Kata kunci: motif, partisipasi, upacara panggih
Copyrights © 2019