Dampak pandemi covid-19 terhadap sistem pendidikan di Indonesia mengakibatkan terganggunya sistem pembelajaran disertai dengan beralihnya pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menjelaskan bagaimana persepsi dan hambatan guru dalam melakukan e-learning pada saat pandemi virus corona di gugus 1 yang terdiri dari enam sekolah negeri tingkat sekolah dasar di Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali. Enam sekolah dasar negeri tersebut diantaranya SDN 1 Tiga, SDN 2 Tiga, SDN 3 Tiga, SDN 4 Tiga, SDN 5 Tiga, dan SDN 6 Tiga. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Kelemahan pembelajaran online yakni pembelajaran online tidak berjalan efektif disebabkan banyaknya siswa yang tidak memiliki perangkat seperti handphone, ketergantungan akan kuota internet, ketersediaan jaringan yang memadai, kesulitan guru dalam mendampingi siswa belajar, dan guru sulit dalam memantau perilaku dan disiplin siswa. Implementasi kurikulum dalam masa pandemi covid-19 terlaksana dengan cukup baik melalui diberlakukannya kurikulum darurat. Rancangan guru dalam memberikan penilaian akhir hasil belajar bagi peserta didik melalui pengumpulan tugas, penilaian ulangan harian, penilaian tengah semester, penilaian akhir semester dan fortofolio. Saran bagi para guru dan siswa agar proses belajar mengajar secara online menjadi lebih menyenangkan melalui penggunaan metode yang bervariasi, seperti penggunaan media pembelajaran yang inovatif.
Copyrights © 2021