Stunting, sebuah permasalahan gizi yang merajalela di berbagai belahan dunia, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia, menjadi perhatian serius. Desa Polanto Jaya, yang termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Lalundu, menjadi sorotan karena kasus stuntingnya terus meningkat dari tahun 2019 hingga 2021. Dalam rangka mengatasi masalah ini, pemerintah fokus pada pemberdayaan masyarakat di desa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana upaya pemberdayaan masyarakat telah dilakukan dalam menangani stunting di Desa Polanto Jaya. Dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, dilaksanakan pada bulan Desember hingga Januari 2022, melibatkan 3 informan kunci, termasuk petugas kesehatan, kader, dan Ibu Ketua PKK, serta 6 informan tambahan, termasuk ibu hamil, ibu dengan balita tidak mengalami stunting, dan ibu dengan balita yang mengalami stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan masyarakat di Desa Polanto Jaya dilakukan melalui sosialisasi yang terintegrasi dalam kegiatan posyandu. Berbagai langkah telah dilakukan, seperti penanganan stunting lintas sektor dengan mengadakan program gizi, kunjungan rutin ke fasilitas kesehatan, dan ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai. Diharapkan kepada instansi kesehatan terkait untuk lebih mengoptimalkan upaya pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan yang rutin dan efektif, serta menyediakan materi pendidikan yang mencakup pengetahuan gizi dan pola asuh anak yang baik. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam menangani masalah stunting di Desa Polanto Jaya.
Copyrights © 2023