Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Expert System Application for Early Warning Detection of Preeclampsia Risk in the Third Trimester of Pregnancy Using the Forward Chaining Method Kamiati, Kamiati; Fadly Umar; Silvah, Silvah; Andi Kartiani; Dewi Lestari; Dela Safitri
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 5 No. 4: October 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v5i4.4461

Abstract

During pregnancy there will be changes in the body both physiologically and psychologically. The body's systems will coordinate with each other to maintain pregnancy and give signals to the body that result in discomfort. The creation of this expert system application program is intended to try out an early warning detection plan for the risk of preeclampsia in pregnancy. The method used by forward chaining in research consists of collecting data and information, processing data and information, designing, implementing, testing and evaluating. Conclusion results from the expert system diagnosis process. By creating and designing this expert system, it is hoped that it can increase pregnant women's knowledge about early warning of the risk of preeclampsia in the third trimester of pregnancy independently, quickly and accurately.
Pengetahuan dan Pola Asuh Terhadap Perkembangan Anak Pra Sekolah di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu : Knowledge and Parenting on the Development of Pre-School Children in Posyandu Work Area Public Healt Center Sangurara, Palu City Juwita; Faridha Nasir; Fadly Umar
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 2: DESEMBER 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.748 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v11i2.2098

Abstract

Setiap orang tua selalu mendambakan anaknya dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai tahapan usianya. Peran orang tua cukup komplek dalam pengasuhan anak termasuk dalam pola asuhnya. Disamping itu pengawasan orang tua dan pengetahuan orang tua terhadap pola asuh kepada anak juga berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Tujuan Untuk Mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Pola Asuh Terhadap Perkembangan Anak Pra Sekolah Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah Cross Sectional Populasi adalah Semua Orang tua dengan anak prasekolah Besar sampel adalah 44 responden dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Variabel Independen penelitian adalah pengetahuan dan pola asuh. Variabel dependen adalah perkembangan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, kemudian data dianalisis menggunakan uji Spearmant rho dengan tingkat signifikansi α ≤ 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 25 responden (56,8%), pola asuh yang cukup sebanyak 23 responden (52,3%), perkembangan anak yang normal sebanyak 39 responden (88,6%). Hasil penelitian p=0,042 dimana H1 diterima dan H0 ditolak yang berarti bahwa ada Hubungan Pengetahuan Terhadap Perkembangan Anak Pra Sekolah Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu, didapatkan p=0,000 dimana H1 diterima dan H0 ditolak yang berarti bahwa ada Hubungan Pola Asuh Terhadap Perkembangan Anak Pra Sekolah Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu. Terdapat Hubungan Pengetahuan Dan Pola Asuh Terhadap Perkembangan Anak Pra Sekolah Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu.
Peran Faktor Sosial Terhadap Kejadian HIV/AIDS pada Komunitas Lelaki Seks Lelaki (LSL) di Yayasan Banuta Pura Support Kota Palu: The Role of Social Factors in the Incidence of HIV/AIDS in the Men Who Have Sex with Men (MSM) Community at the Banuta Pura Support Foundation, Palu City Fadly Umar; Multy Syaddam Nirwan; Dela Safitri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 8: Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i8.5985

Abstract

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sejenis virus yang dapat menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Infeksi ini dapat menyebabkan penderita mengalami penurunan kekebalan tubuh sehingga sangat mudah untuk terinfeksi oleh berbagai macam penyakit lain. Lelaki seks lelaki (LSL) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada lelaki yang terlibat dalam hubungan seksual dengan sesama lelaki, terlepas dari identitas seksual atau orientasi seksual mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran faktor sosial terhadap kejadian HIV/AIDS pada komunitas lelaki suka lelaki di yayasan banuata pura support kota palu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan proses wawancara mendalam. Penentuan informan dalam penelitian ini dengan teknik purposive sampling, dengan jumlah 4 informan (3 informan Utama dan 1 informan kunci). Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan diketahuinya kurangnya kasih sayang dan pola asuh dari orang tua sehingga membuat para lelaki seks lelaki (LSL) mencari kasih sayang dan perhatian dari pasangan mereka dan diketahui bahwa media massa dapat mempengaruhi orientasi seksual mereka. Media masa mereka gunakan untuk mencari atau saling terhubung kepasangan sesama jenis. Penelitian ini menyarankan perlunya peran orang tua dalam tumbuh kembang anak agar anak mendaptkan kasih sayang yang mereka butuhkan dan tidak adanya membeda-bedakan sang anak pada saudaranya karna dapat membuat anak merasa tidak disayangi dan diperhatikan. Dalam penggunaan media sosial orang tua juga harus mengajarkan bahwa banyak hal yang tidak diperbolehkan untuk diakses karna dapat membuat anak kecanduan untuk mencari informasi tentang aktivitas seksual termasuk informasi tentang lelaki seks lelaki.
Effectiveness of Developing Dietary Culture by Utilizing Local Food Products from Moringa Leaves Through Fortification in Handling Stunting Arina Rizky; Jenita Pricilia; Fadly Umar; Andi Kartiani; Dewi Lestari
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 6 No. 4: October 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v6i4.6167

Abstract

Stunting is a condition of growth failure in toddlers caused by long-term malnutrition, repeated exposure to infections, and lack of stimulation. The number of stunting in Indonesia in 2022 was 15,798,153 toddlers with a prevalence rate of 21.6%. This figure is high, stunting can be a threat to future generations. This study aims to determine the effectiveness of developing a diet culture by utilizing local food products from Moringa leaves through fortification in handling stunted toddlers. This study used a quasi-experimental design, the number of samples was 30 stunted toddlers divided into 2 groups, namely 30 treatment groups and 30 non-treatment groups. The results of this study show that the use of local food using fortified Moringa leaf products can affect the weight gain of toddlers as seen from the intervention group before and after treatment. Fortification with Moringa is one way to prevent underweight in toddlers
Membangun Kebijakan Terobosan untuk Mengatasi Stunting dengan Keterlibatan Masyarakat : Building a Breakthrough Policy to Overcome Stunting with Community Involvement Multy Syaddam Nirwan; Fadly Umar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 3: MARET 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.718 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.981

Abstract

Stunting, sebuah permasalahan gizi yang merajalela di berbagai belahan dunia, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia, menjadi perhatian serius. Desa Polanto Jaya, yang termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Lalundu, menjadi sorotan karena kasus stuntingnya terus meningkat dari tahun 2019 hingga 2021. Dalam rangka mengatasi masalah ini, pemerintah fokus pada pemberdayaan masyarakat di desa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana upaya pemberdayaan masyarakat telah dilakukan dalam menangani stunting di Desa Polanto Jaya. Dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, dilaksanakan pada bulan Desember hingga Januari 2022, melibatkan 3 informan kunci, termasuk petugas kesehatan, kader, dan Ibu Ketua PKK, serta 6 informan tambahan, termasuk ibu hamil, ibu dengan balita tidak mengalami stunting, dan ibu dengan balita yang mengalami stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan masyarakat di Desa Polanto Jaya dilakukan melalui sosialisasi yang terintegrasi dalam kegiatan posyandu. Berbagai langkah telah dilakukan, seperti penanganan stunting lintas sektor dengan mengadakan program gizi, kunjungan rutin ke fasilitas kesehatan, dan ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai. Diharapkan kepada instansi kesehatan terkait untuk lebih mengoptimalkan upaya pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan yang rutin dan efektif, serta menyediakan materi pendidikan yang mencakup pengetahuan gizi dan pola asuh anak yang baik. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam menangani masalah stunting di Desa Polanto Jaya.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Perilaku Pencegahan Kolesterol pada Masyarakat Desa Kasoloang Kecamatan Bambaira: The Influence of Health Education on Cholesterol Prevention behavior in the Community in Kasoloang Village, Bambaira District Azhar; Suharni Montjai; Suriani; Ni Luh Fidriana; Misbahudin; Kartika Sari; Medriono Morsal Lamo; Aprilia; Nur Afni; Fadly Umar; Ayu Lestari
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9846

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM), termasuk hiperkolesterolemia, merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Data WHO menunjukkan bahwa sekitar 45% penduduk dunia mengalami kolesterol tinggi, sementara di Indonesia prevalensinya mencapai 28%. Kondisi ini dipengaruhi oleh gaya hidup tidak sehat, konsumsi makanan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, merokok, serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan kolesterol. Penyuluhan kesehatan menjadi salah satu strategi preventif yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat mengenai pengendalian kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap perubahan pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan tentang kolesterol di Desa Kasoloang, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu. Penelitian menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest design dengan total sampel berjumlah 23 orang yang dipilih melalui total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan, sikap, dan tindakan yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) penyuluhan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk melihat perubahan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada ketiga variabel. Pengetahuan kategori baik meningkat dari 65,2% menjadi 95,7% setelah penyuluhan. Sikap kategori baik meningkat dari 65,2% menjadi 91,3%, sementara tindakan baik meningkat dari 56,5% menjadi 91,3%. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value pengetahuan = 0,020, sikap = 0,034, dan tindakan = 0,005 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketiga variabel tersebut. Media leaflet yang digunakan dalam penyuluhan turut membantu responden memahami materi secara lebih mudah dan berulang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat terkait pencegahan kolesterol. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya kegiatan penyuluhan rutin oleh tenaga kesehatan, peningkatan akses masyarakat terhadap informasi kesehatan yang mudah dipahami, serta penerapan gaya hidup sehat secara berkelanjutan untuk menekan risiko kolesterol tinggi di masyarakat pedesaan.