Mutu benih mempunyai peran penting dalam budidaya tanaman labu kuning. Benih bermutu mengandung embrio yang tumbuh sebagai bibit dan berkembang menjadi tanaman dewasa. Mutu benih terdiri dari mutu fisik dan mutu fisiologis yang ditampilkan oleh vigor kecambah. Pencegahan terjadinya kontaminasi oleh serbuk sari asing maka polinasi dilakukan secara manual oleh manusia. Polinasi paling baik dilakukan pada saat bunga betina dalam periode mekar penuh. Oleh karena itu perlu memperhatikan waktu yang tepat untuk polinasi agar tercapai proses penyerbukan saat yang tepat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan diulang 5 kali. Perlakuan terdiri : W1 = polinasi pada rentang waktu 06.00 – 07.00, W2 = polinasi pada rentang waktu 07.00 – 08.00, W3 = polinasi pada rentang waktu 08.00 – 09.00, W4 = polinasi pada rentang waktu 09.00 – 10.00. Uji vigor benih menggunakan metode UKDdp (Uji Kertas Digulung dalam plastik). Pengamatan dilakukan pada parameter jumlah Kecambah vigor, jumlah kecambah less vigor persenatse kecambah vigor dan less vigor, berat basah dan berat kering kecambah. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan waktu polinasi berpengaruh pada jumlah kecambah vigor, persentase kecambah vigor, jumlah kecambah less vigor dan persentase kecambah less vigor. Waktu polinasi tidak pengaruh nyata pada berat basah dan berat kering kecambah labu kuning.
Copyrights © 2020