Hilangnya sebuah karakter pada anak mengindikasikan telahhilangnya nilai-nilai luhur yang melekat pada identitas budaya kita,seperti kejujuran, kesantunan, kebersamaan, teposliro, rasa malu,tanggung jawab, kepedulian sosial, dan sebagainya. Pembinaankarakter anak dapat direalisasikan melalui nilai-nilai yangditanamkan oleh para pendidik. Guru/pendidik sebagai tenagaprofesional memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pembentukandan penanaman nilai-nilai karakter terhadap anak didik. Pembinaanpendidikan karakter akan mencapai hasil yang maksimal apabilaseluruh unsur internal lembaga sadar bahwa pendidikan tidak hanyabertitik berat pada kecerdasan intelektual saja, melainkan jugamengarah kepada pembentukan karakter peserta didik.Tulisan ini memaparkan tentang Integrasi Interkoneksi antaraprofesionalisme pendidik dalam mengimplementasikan nilai-nilaipendidikan karakter pada lembaga pendidikan. Pemaparan tulisanini didasarkan pada analisis dari data pustaka dengan modeldeskriptif. Dari hasil pembahasan dapat diperoleh kesimpulanbahwa integrasi dan interkoneksi antara profesionalisme pendidikdan pendidikan karakter dapat terwujud apabila satu sama lain agarmenajadi satu kesatuan yang utuh sehingga tidak terjadikesenjangan antara kemampuan profesionalisme pendidik terhadappraktik pendidikan karakter di sekolah. Sekolah sebagai lembagapendidikan formal yang menyelenggarakan kegiatan proses belajarmengajar, menjadi bagian utama dalam mewujudkan tercapainyatujuan pendidikan. Pendidikan karakter bertujuan sebagaipenyeimbang kecakapan kognitif, sehingga anak bukan hanyacerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara emosional,sehingga dapat menampilkan karakter mulia dalam kehidupansosial.Key words: Integrasi Interkoneksi, Profesionalisme, PendidikanKarakter
Copyrights © 2022