Pengukuran antropometri untuk orang dewasa dapat digunakan untuk mengevaluasi kesehatan dan status diet, risiko penyakit, dan komposisi tubuh pada usia dewasa (Castillo-MartÃnez et al., 2012). Pengukuran lingkar pinggang (LP) dan rasio lingkar pinggang panggul (RLPP) memiliki hubungan dengan obesitas sentral dan kadar HbA1c yang merupakan salah satu indikator terjadinya diabetes mellitus yang merupakan faktor penyakit kardiovaskular (Al-Zurfi et al., 2012; L. de Koning et al., 2007). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui korelasi LP dan RLPP terhadap kadar HbA1c pada laki-laki dewasa sehat di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta untuk mendeteksi penyakit diabetes melitus khususnya pada masyarakat pedesaan dalam memprediksi diabetes melitus serta pencegahan risiko penyakit kardiovaskular melalui pengukuran LP dan RLPP. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian potong lintang. Subyek penelitian dipilih menggunakan teknik nonrandom sampling. Besar sampel adalah 46 orang. Analisis korelasi untuk menentukan hubungan antara LPRLPP dan kadar HbA1c. Analisis data dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji komparatif Mann-Whitney dan t-test tidak berpasangan serta uji korelasi Pearson dan Spearman dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan korelasi LP terhadap kadar HbA1c adalah positif tidak bermakna dengan kekuatan lemah (r=0,244; p=0,102) dan RLPP terhadap HbA1c adalah positif tidak bermakna dengan kekuatan sangat lemah (r=0,048; p=0,750).
Copyrights © 2020