Indonesia merupakan negara yang memiliki etnis, suku bangsa, budaya juga Bahasa yang beragam. Keanekaragaman budaya ini dimanfaatkan oleh Indonesia untuk menjembatani kepentingan-kepentingan Internasional melalui Diplomasi Budaya. Strategi ini dilakukan Indonesia untuk mempromosikan, menampilkan, dan mengkampanyekan hal-hal yang perlu diketahui oleh bangsa lain. Indonesia dan Arab Saudi adalah dua negara yang mempunyai banyak kesamaan seperti mayoritas penduduk muslim, beberapa kebudayaan yang sama dan lain sebagainya. Persamaan ini menjadi faktor utama hubungan strategis keduanya. Hubungan bilateral yang dilakukan keduanya mengalami eskalasi yang ditandai dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi pada tahun 2015 kemudian dilanjutkan kunjungan Raja Salman ke Indonesia tahun 2017. Kunjungan Raja Salman ini menghasilkan 11 perjanjian yang telah disepakati dan ditandatangani oleh kedua belah pihak. Salah satu aspek yang menjadi kesepakatan keduanya adalah kebudayaan. The Janadriyah Cultural and Heritage Festival ke-33 merupakan tindak lanjut kerjasama kebudayaan. Indonesia diundang menjadi tamu kehormatan ‘guest of honour’ dan diberi fasilitas paviliun seluas 2000 meter persegi. Festival ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Arab Saudi. Paviliun Indonesia menjadi paviliun terbesar dan terbanyak dikunjungi oleh masyarakat disana. Hasil dari diplomasi kebudayaan Indonesia yang dilakukan melalui festival diantaranya adalah semakin eratnya hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi yang ditandai dengan terciptanya kesepakatan-kesepakatan baru. Penelitian ini saya tulis menggunakan Teori Diplomasi Kebudayaan dan konsep-konsep lain yang mendukung. Metode penulisan yang saya gunakan adalah Literature Review.
Copyrights © 2020