Tulisan ini membahas tiga hantu tari dalam sejarah kebudayaan nasional Indonesia. Mereka adalah hantu Topeng Kelono dari dramatari Kelono karya (1916) Raden Mas Jodjana (1893-1972), hantu Burung Kasuari dari Tari Merak (1964) gubahan Irawati Durban Ardjo (1943 - ) dan hantu ngung ngung ngung cakcakcak dari koreografi Cak Tarian Rina (1972) karya Sardono Waluyo Kusumo (1945 - ). Tiga tari ini dibaca sebagai hantu-hantu yang bergentayangan karena karakternya yang hibdrid dianggap menganggu keutuhan wacana identitas nasional. Dengan melacak jejak hantu-hantu tari ini, akan disinggung relasi antara tradisi dan modernitas dalam kaitannya dengan struktur produksi pengetahuan estetik yang diciptakan oleh jalinan wacana orientalisme, wacana identitas nasional Negara pascakolonial dan wacana ideologi pembangunan.
Copyrights © 2017