Abstract Tidak seperti di SMP dan SMA sederajat yang kinerja guru BK di sekolah telah tersusun sangat rapid an sistematis, terdapat panduan khusus yang masuk dalan kurikulum dengan jam masuk kelas yang jelas, serta didukung dengan adanya Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) tingakt SMP dan SMA yang memudahkan pelaksanaan layanan di SMP dan SMA bisa berjalan dengan efisien. BK di MI maupun di SD belum terbentuk jelas di Kurikulum, pelaksanaan BK di MI Nu banat Kudus belum berjalan dengan optimal. Bahkan banyak guru maple yang beranggapan bahwa guru BK hanya menangani anak-anak yang bermasalah saja tanpa ada perencanaan program yang matang di setiap tahun dan sietiap jenjang kelasnya. Guru BK di sana, belum pernah membuat program BK khuus yang digunakan sebagai patokan dalam pelaksanaan Layanan BK. Program POP BK yang menjadi dasar dalam pembuatan program Bk sesuai dengan Kurikulum K13 mulai dari program tahunan, program semester, dan program bulanan belum pernah dibuat, sehingga menyulitkan para guru ketika akan memberikan layanan yang tepat. Antara guru Mapel dan guru Bk juga sering terjadi selisih paham karena belum adanya sinkronisasi layanan BK dengan Mapel di dalam kelas. Oleh karena permasalahan tersebut, maka program pengabdian kepada masyarakat ini akan melakukan pelatihan bagi guru BK dan Guru Mapel dalam pembuatan program POP BK di sekolah yang bisa membantu perkembangan peserta didik secara optimal dan bisa terintegrasi dengan mata pelajaran dan tema dalam kurikulum K13.
Copyrights © 2021