Articles
PERAN KONSELOR SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI PADA SISWA HIPERAKTIF (ADHD)
Hidayati, Richma
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/re.v5i1.431
Gangguan pemusatan perhatian sering disebut ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder), gangguan ini ditandai dengan ketidak mampuan anak untuk memusatkan perhatiannya pada sesuatu yang dihadapi, sehingga rentang perhatiannya sangat singkat waktunya dibandingkan dengan anak lain yang seusianya. Siswa hiperaktif bukan karena kesengajaan, melainkan karena ketidakmampuan fisik diri. Siswa hiperaktif jika dibiarkan dalam jangka panjang dan tanpa penanganan khusus, maka gangguan tersebut dapat menjadi faktor penghambat bagi terbentuknya kepribadian yang matang pada usia dewasa. Selain itu juga dapat mengalami kesulitan untuk melakukan proses belajarnya. Hal ini bisa terjadi karena siswa cenderung bersikap tidak sewajarnya dan semaunya sendiri sehingga tidak ada motivasi untuk belajar dan akan mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian dan konsentrasi belajarnya. Tidak menutup kemungkinan katika seorang konselor dalam menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya di sekolah, konselor sekolah akan mengahadapi siswa hiperaktif. Konselor sangat berperan penting dalam membantu siswa ADHD khususnya dalam meningkatkan konsentrasi belajarnya supaya siswa tersebut tidak menemui permasalahan dalam belajarnya dan mampu memperoleh hasil pembelajaran yang maksimal.
PENGEMBANGAN MODEL LAYANAN INFORMASI DENGAN TEKNIK SYMBOLIC MODEL DALAM MEMBANTU MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN BELAJAR ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN KOTA KUDUS TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Lestari, Indah;
Hidayati, Richma;
Zamroni, Edris
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (149.877 KB)
|
DOI: 10.24127/gdn.v5i2.315
Abstract: This study was motivated by the phenomenon of independent learning elementary school children who tend to be low. This can be observed from the tendency of primary school age children dependent on parents, friends and tutors in the homework, cheating when it replicates and mimics the work of friends. The purpose of this study was to develop a model of information services with symbolic techniques to develop independent learning model of primary school age children. The results showed that the value of t obtained figures on chances of error 0.000 9.682 less than the chance of error (p) = 0.05 or in other forms 0.000 <0.05, which means significant. Furthermore, a different test showed that the average post-test bigger with 59.26 value compared with the value of the pre-test of 49.96. Thus, the alternative hypothesis that reads information service model by using symbolic models can significantly improve student learning independence supported or accepted.Keywords: Independence learning, information services, symbolic models
LAYANAN INFORMASI KARIR MEMBANTU PESERTA DIDIK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KARIR
Hidayati, Richma
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.515 KB)
|
DOI: 10.24176/jkg.v1i1.258
Peserta didik akan selalu dihadapkan dengan sejumlah alternatif,baik yang berhubungan kehidupan pribadi, sosial, belajarmaupun kariernya. Mereka sering mengalami kesulitan untukmengambil keputusan dalam menentukan alternatif mana yangharus dipilih. Salah satunya adalah kesulitan dalam memahamidiri yang berkaitan dengan karirnya dan pengambilan keputusanyang berhubungan dengan rencana-rencana karier yang akandipilih untuk masa depannya. Kesulitan-kesulitan untukmengambil keputusan karier dapat dihindari ketika siswamemiliki sejumlah informasi yang memadai tentang hal-hal yangberhubungan dengan dunia kariernya. Karena itu mereka perlumendapatkan layanan informassi karir, bimbingan danpendampingan secara penuh supaya memperoleh pemahamanyang memadai tentang berbagai kondisi dan karakteristikdirinya, baik tentang bakat, minat, cita-cita, berbagai kekuatanserta kelemahan yang ada dalam dirinya dan tidak salah dalammenentukan karir yang dipilihnya.
LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DENGAN MEDIA ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR
Hidayati, Richma
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (326.021 KB)
|
DOI: 10.24176/jkg.v2i1.553
?Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan untuk melakukan pekerjaan dan memecahkan permasalahan yang ada dalam kehidupan di masyarakat. Melalui layanan penguasaan konten, siswa dipacu untuk dapat meningkatkan ketranpilan berpikir kritisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan ketrampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar melalui layanan penguasaan konten dengan media ular tangga. Metode penelitian yang digunakan peneliti yaitu Penelitian Tindakan Kelas Bimbingan Konseling. Berdasarkan hasil postes siklus I dan hasil observasi yang telah dilakukan, diperoleh ketuntasan belajar yang dibandingkan dengan KKM (nilai 75), diperoleh hasil bahwa sebanyak 8 siswa (62%) tuntas melaksanakan pembelajaran dan sebanyak 5 siswa (38%) tidak tuntas dalam siklus satu ini. Jika dilihat dari kriteria berpikir kritis, diperoleh hasil bahwa sebanyak 6 siswa (46%) berada dalam kategori sangat kritis, sebanyak 3 siswa (23%) berada dalam kategori kritis, sebanyak 3 siswa (23%) berada dalam kategori cukup kritis dan satu siswa (7%) berada dalam kategori tidak kritis.Setelah dilakukan siklus kedua layanan penguasaan konten dengan media ular tangga diperoleh hasil peningkatan yang signifikan. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa sebanyak 12 siswa (93%) tuntas melaksanakan pembelajaran dan sebanyak 1 siswa (7%) tidak tuntas dalam sikul II ini. Jika dilihat dari kriteria berpikir kritis, diperoleh hasil bahwa sebanyak 10 siswa (77%) berada dalam kategori sangat kritis, dan sebanyak 3 siswa (23%) berada dalam kategori kritis.
KONSELING ANAK DENGAN KELUARBIASAAN GANDA (TWICE EXCEPTIONALITY)
Hidayati, Richma;
Gumulyo, Anggun Dewi
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (742.151 KB)
|
DOI: 10.24176/jkg.v2i2.745
Pemahaman mengenai bakat istimewa/cerdas istimewa pada saat ini masih sangat bervariasi baik dikalangan para orang tua, para pendidik/guru maupun masyarakat pada umumnya. Anak berbakat istimewa/cerdas istimewa sering kali dipandang sebagai anak didik yang mampu berprestasi istimewa di berbagai bidang dan tidak menunjukkan adanya kekurangan atau kelemahan dalam bidang apapun dalam belajar. Anak yang memiliki bakat istimewa/cerdas istimewa adalah anak yang super/istimewa yang tidak memiliki kelemahan sama sekali dalam mengikuti pendidikan. Keluarbiasaan ganda yang terjadi pada diri individu merupakan karunia Tuhan yang patut disyukuri, sebagai konselor kita tentu harus mampu mencarikan jalan keluar supaya anak didik (individu tersebut) dapat tumbuh kembang secara maksimal baik secara individu, maupun sebagai makhluk sosial. Sebgai individu, anak memiliki dan membutuhkan bimbingan, layanan untuk tumbuh kembang menjadi pribadi yang unggul dalam bidang nilai, norma, kognisi, persepsi, sikap, dan tingkah lakunya.
CHILD COUNSELING WITH JAVANESE LANGUAGE ROLE PLAY METHOD TO BUILD EARLY CHILDREN CHARACTERS
Hidayati, Richma;
Syafitri, Dewi;
Nindya, Nazulla Niftira;
Izzah, Nailatul
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.564 KB)
|
DOI: 10.24176/jkg.v3i1.1111
Character of the nation today is quite alarming so as to make the government a loss and several times changed the curriculum to be able to shape the character of the nation in accordance with Indonesian culture. So should the stress is learning in cultural values, not just focusing on modernization by requiring students to master a foreign language, English for example. By studying the local language does not mean students will be retarded or even not able to follow the development of the era. Precisely with the generation of the nation early on if it was taught the habit of using the local language then the child will be proud to be able to introduce the local language to the outside world through the modernization of the moment. Additionally, when children understand very well about the local wisdom then the child will have a character in accordance with Indonesian culture. Role playing is a way of mastery learning materials through the development of imagination and appreciation of students. Development of imagination and appreciation of the students is done with playing the character of living or inanimate. Counseling children with role-play techniques in this program focuses using the Java language manners. Java language is divided into three levels, namely language ngoko (rough), madya (regular) and krama (smooth). In this language levels, its use varies according to who they are talking to an opponent. Everyday, ngoko used to talk with peers or younger, madya used to talk to the person who is quite formal, and krama used to talk with people who are respected or older. Therefore, the Java language has ethical good language to use and reflect the characteristics of the indigenous culture of Indonesia as a nation east. Keyword : Child Counseling, Javenese Role Play, Character Early Childhood
SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELING (SFBC): ALTERNATIF PENDEKATAN DALAM KONSELING KELUARGA
Sumarwiyah, Sumarwiyah;
Zamroni, Edris;
Hidayati, Richma
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.918 KB)
|
DOI: 10.24176/jkg.v1i2.409
Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungkinkan konseli yang bermasalah dalam konteks keluarga memperoleh kemandirian dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara cepat dan tepat dalam mengatasi masalah-maslah yang ada dalam keluarga. Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungkinkan konseli yang bermasalah dalam konteks keluarga memperoleh kemandirian dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara cepat dan tepat dalam mengatasi masalah-maslah yang ada dalam keluarga. Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungkinkan konseli yang bermasalah dalam konteks keluarga memperoleh kemandirian dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara cepat dan tepat dalam mengatasi masalah-maslah yang ada dalam keluarga.
Traditional games in central java coastal in improving the motor ability of early childhood
Indah Lestari;
Richma Hidayati
International Conferences on Educational, Social Sciences and Technology
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/201814
The traditional coastal games of Central Java have their own characteristics that are made and developed according to the cultural characteristics of the people of Central Java. Manufacturer games such as online games, video games began to replace the existence of traditional games, even the traditional game is considered as an ancient game, children prefer to choose a game from the factory that tend not to require physical movement excessive. Whereas if performing a traditional game, the child will need a thorough body movement for rough and smooth motor. For that it takes the understanding that precisely in the presence of motor movements of children or movement by the whole body of the child will provide development not only in the element of social maturity and brain enhancement of children to the fullest. But will be able to control the development of rough and smooth body movement of the children.
The Differences of Students’ Self-Confidence Level in Full Day Class and Regular Class of Elementary School
Hidayati, Richma;
Hidayah, Nur
JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia) Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v9i4.22356
This study aims to compare the students’ self-confidence between special classes (full day class) and regular classes. The method used is a quantitative study with a comparative study as a research design. The research subjects were 90 students, 30 students form special class and 60 students from regular class. The results of this study have provided an overview of the differences between special classes and regular classes affecting the level of student confidence where students in special classes have high self-confidence compared to students in regular classes. And it can be concluded that self-confidence is formed and develops through the learning process in one's interactions with the environment so that class differences make different levels of student confidence.
Analisis komparatif self confidence siswa kelas khusus dan kelas reguler
Santoso Santoso;
Richma Hidayati
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 9, No 1 (2021): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/158200
The purpose of this study was to compare the self-confidence of students in special classes and regular classes and to know class differences. This study uses a quantitative approach with a comparative design. The research sample consisted of 80 students with 35 regular class students and 45 special class students who were determined using the Proportional Random Sampling Technique. The instrument was adapted from the confidence of the instrument and data analysis used comparational analysis using the Difference Test with the SPSS program. The conclusion of this study is that there are differences in the confidence of students in special classes and regular classes. A total of 30 students in a special class have high self-confidence and 5 students have a sufficient level of self-confidence, while students in regular class, as many as 20 students have sufficient self-confidence and 25 students have less self-confidence. And shows that the difference between special classes and regular classes greatly affects the level of student confidence.