Pembelajaran dalam jaringan (daring) diselenggarakan secara nasional akibat pandemi Covid-19 di Indonesia. Pendidik dan peserta didik harus berusaha lebih optimal untuk keberhasilan proses belajar mengajar secara daring, akibat tidak adanya kegiatan tatap muka secara langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa optimal usaha mahasiswa untuk memperdalam materi perkuliahan melalui pengajuan pertanyaan atau aktivitas bertanya pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Desain penelitiannya adalah desain penelitian survei. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner. Responden penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Indraprasta PGRI yang berjumlah 126 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59,52% mahasiswa memilih mengajukan pertanyaan kepada dosen secara tidak langsung, yakni melalui pesan di WhatsApp Group (WAG), sedangkan 40,48% mahasiswa memilih mengajukan pertanyaan secara langsung, yakni tatap muka melalui aplikasi Zoom Meeting atau Google Meet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas responden mahasiswa (73,81%) menyatakan bahwa mengajukan pertanyaan kepada dosen, baik langsung atau tidak langsung, merupakan bagian penting dalam proses belajar mengajar secara daring untuk lebih memahami materi perkuliahan yang telah diberikan.
Copyrights © 2021