Abstrak: Aktivitas ekonomi pedesaan dihubungkan terhadap masyarakat yang lebih luas. Dalam pandangan ini petani di Desa Bulutellue bekerja mencari nafkah bukan sekadar pemenuhan kebutuhan komsumsi rumah tangga, namun juga dibarengi dengan nuansa keagamaan, bahwa bekerja itu merupakan bentuk pengabdian kepada Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi etika Islam yang berkaitan dengan etos kerja serta implikasinya bagi kehidupan masyarakat petani di Desa Bulutellue. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui pengamatan dan wawancara. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan melakukan perbandingan dari hasil penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pencarian nafkah petani di Desa Bulutellue dipacu oleh etos kerja yang berlandaskan pada etika Islam dan kearifan lokal, sehingga petani dapat berdaya dari segi ekonomi tanpa mengalami ketergantungan terhadap bantuan dari pemerintah. Abstract: Rural economic activity is linked to the wider community. In this view, farmers in Bulutellue Village work to earn a living not only to fulfill household consumption needs, but also accompanied by religious nuances, that work is a form of devotion to God. This study aims to elaborate on Islamic ethics related to work ethic and its implications for the life of the farming community in Bulutellue Village. This study used qualitative research methods. Data were collected through observation and interviews. The data that has been collected is then analyzed by comparing the results of the relevant research. The results showed that the livelihood pattern of farmers in Bulutellue Village was driven by a work ethic based on Islamic ethics and local wisdom, so that farmers could be empowered from an economic perspective without experiencing dependence on assistance from the government.
Copyrights © 2022