Terumbu karang adalah ekosistem laut yang menyediakan rumah bagi sekitar 25% organisme laut. Beberapa dekade terakhir, penggunaan metode Underwater Photo Transect (UPT) untuk pemantauan terumbu karang semakin populer. Penelitian ini bertujuan untuk memantau kondisi terumbu karang di Pulau Dua, Pulau Tikus, Pulau Belanda, dan Pulau Dapur. Penelitian ini menggunakan software Coral Point Count with Excel extensions (CPCe), untuk meningkatkan efisiensi upaya pemantauan terumbu karang. Transek foto diambil dengan penyelaman scuba. Foto komunitas terumbu karang diambil setiap 1m di sepanjang garis transek sepanjang 50m. Sebanyak 30 sampel titik acak dipilih untuk setiap foto. Beberapa foto digabungkan dan untuk setiap titik dikodekan sesuai dengan kode masing-masing kategori, biota, dan substrat pada titik acak. Hasil penelitian menunjukkan kondisi terumbu karang di Bengkulu termasuk dalam kategori sedang hingga baik, sedangkan kondisi terumbu karang di Kepulauan Seribu termasuk dalam kategori buruk hingga. Genus karang yang paling banyak ditemukan di Bengkulu adalah Porites dan Pocillopora, sedangkan di Kepulauan Seribu adalah Porites dan Acropora.
Copyrights © 2022