Luka sayat merupakan luka terbuka yang umum terjadi akibat benda tajam. Penanganan yang lambat dapat meningkatkan risiko infeksi dan memperpanjang waktu penyembuhan. Penggunaan bahan alam seperti seledri (Apium graveolens) menjadi alternatif yang diminati karena kandungan flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki aktivitas mempercepat regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penyembuhan luka sayat sediaan gel ekstrak etanol herba seledri pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Gel dibuat dalam tiga konsentrasi ekstrak seledri yaitu 1% (F1), 3% (F2), dan 5% (F3). Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas. Aktivitas penyembuhan luka diuji berdasarkan pengukuran panjang luka secara harian hingga sembuh, kemudian dianalisis secara statistik menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula memenuhi parameter uji fisik dan dinyatakan stabil secara organoleptis, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Formula 3 memberikan waktu penyembuhan tercepat dengan tidak berbeda signifikan dibanding kontrol positif.
Copyrights © 2025