Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

UJI POTENSI EKSTRAK ETANOL BAWANG LANANG HITAM (Allium sativum L.) DALAM PENURUNAN KADAR KADMIUM DENGAN SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) Trisnawati, Febiana Ayu; Anggraini, Devina Ingrid; Kusuma, Eka Wisnu
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v13i1.270

Abstract

Pencemaran yang disebabkan oleh adanya buangan limbah ke dalam perairan akan berdampak pada kualitas perairan. Zat pencemar yang dapat menurunkan kualitas air yaitu logam berat kadmium. Logam berat kadmium ketika masuk tubuh manusia dapat menyebabkan efek toksik. Tubuh membutuhkan antidotum untuk menurunkan kadar logam. Bawang lanang hitam (Allium sativum L.) mengandung  flavonoid yang digunakan sebagai chelating agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kosentrasi terbaik ekstrak etanol bawang lanang hitam  (Allium sativum L.) yang dapat menurunkan kadar kadmium secara maksimal. Ekstrak etanol bawang lanang hitam dibuat lima seri kosentrasi yaitu 0,2 ppm, 0,4 ppm, 0,6 ppm, 0,8 ppm, dan 1 ppm. Logam kadmium (Cd) 20 ppm diberi perlakuan dengan penambahan tiap  kosentrasi ekstrak etanol bawang lanang hitam. Larutan dipisahkan dengan kloroform. Fasa air merupakan sisa logam kadmium yang dianalisis dengan Spektrometri Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 228,8. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etanol bawang lanang hitam konsentrasi 0,8 ppm terbaik dapat mereduksi logam kadmium (Cd) secara maksimal yang menunjukkan persentase sebesar 66,3906% dengan koefisien variasi sebesar 1,5873%.
UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL BAWANG LANANG HITAM (ALLIUM SATIVUM L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN DENGAN METODE PERKOLASI Kusuma, Eka Wisnu
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v12i2.259

Abstract

Bawang Lanang Hitam (Allium Sativum L.) merupakan spesies bawang putih yang difermentasi dan banyak dimanfaatkan dibidang pangan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak bawang lanang hitam memiliki efektivitas antipiretik  beserta untuk mengetahui dampak pemberian ekstrak etanol bawang lanang hitam pada dosis 50mg/KgBb, 100mg/KgBb, 200mg/KgBb terhadap tikus putih jantan yang diinduksi ragi brewer. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang diberi 5 perlakuan, yaitu kontrol negatif (CMC-Na), Kontrol Positif (Paracetamol 45mg/KgBb), dan kelompok perlakuan ekstrak bawang lanang hitam dengan dosis (50mg/KgBB, 100mg/KgBb, 200mg/KgBb). Ragi brewer diberikan secara Intraperitoneal. Suhu tubuh diukur dengan termometer digital secara rektal tiap 30 menit selama 150 menit. Data yang diperoleh digunakan untuk menghitung AUC dan data rata-rata AUC dianalisa dengan uji Saphiro wilk dan Uji One way ANOVA. Hasil pengukuran suhu tubuh tikus menunjukkan ekstrak etanol bawang lanang hitam memiliki efek antipiretik yang paling efektif yaitu dosis 100mg/KgBb
Uji Antipiretik Ekstrak Etanol Bawang Hitam (Black Garlic) Pada Tikus Putih Jantan Kusuma, Eka Wisnu; Anggraini, Devina Ingrid
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 7 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v1i7.1823

Abstract

Demam adalah salah satu ciri penanda dalam tubuh melawan infeksi. Bawang lanang hitam memiliki potensi tinggi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah bawang lanang hitam memiliki aktivitas antipiretik pada tikus putih jantan yang diinduksi ragi serta untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol bawang hitam (black garlic) pada dosis 50 mg/Kg BB; 100 mg/Kg BB; 200 mg/kg BB terhadap efek antipiretik pada tikus putih jantan yang diinduksi ragi. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (CMC Na1%), kontrol positif (Parasetamol dosis 45mg/kgBB), dan kelompok perlakuan ekstrak etanol bawang hitam (black garlic) (dosis 50mg, 100mg, 200mg/kg BB). Tikus diinduksi secara intraperitonial. Suhu tubuh diukur menggunakan termometer digital melalui rektal, suhu diukur setiap 30 menit selama 150 menit setelah pemberian peroral, kemudian diperoleh data To, Tdemam dan pengukuran suhu tubuh tiap waktu. Data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung AUC dan data perhitungan rata-rata AUC dianalisis dengan uji normalitas dan uji One way ANOVA. Ekstrak etanol bawang hitam (black garlic) pada ketiga variasi dosis memberikan memberikan efek antipiretik pada tikus putih jantan yang diinduksi ragi.
Phytochemical contents and diuretic activity of ethanolic extract of the red leaf lettuce (Lactuca Sativa l.) Lestari, Ratih Guswinda; Amin, Muhammad Saiful; Kusuma, Eka Wisnu
Journal of Health Management and Pharmacy Exploration Vol. 2 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Surya Hijau Manfaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52465/johmpe.v2i1.201

Abstract

This study was conducted to evaluated of phytochemical content and diuretic activity of the red leaf lettuce. Red leaf lettuce were extracted by cold  maceration method using 70% ethanol for the 3 days and remaceration for 1 days. The phytocemical content  in ethanolic extract were evaluated by  qualitatif method. A total of 25 male rats were divided into 5 groups with CMC Na, a standard drug (furosemide 10 mg/kg), and three different doses (200, 300, and 400 mg/kg) of ethanol extract. Parameters used to determine diuresis activity include first urine latency, urine pH and cumulative urine volume. The ethanolic extract induced diuresis in a dose dependent manner as compared to the negative control. Extracts at doses of 200, 300, and 400 mg/kg produced significant diuresis effects (p<0.05) compared to negative controls with values of diuretic action 1.35; 1.43; and 1.53, respectively. In addition, there was a slightly change in the pH of urine samples of the extract-treated group compared with the negative control. Phytochemicals analysis revealed the presence of alkaloids, flavonoids, phenolics, and tannins.
Si Cantik Bunga Telang (Clitoria Ternatae L.) Untuk Mengatasi Diabetes Mellitus Kusuma, Eka Wisnu; Anggraini, Devina Ingrid; Semartini, Atur
SWAGATI : Journal of Community Service Vol. 1 No. 3 (2023): November
Publisher : Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/swagati.2023v1i3.1220

Abstract

Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit tertua yang dikenal masyarakat, penyakit ini sangat kompleks yang melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak.. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah Untuk memberikan edukasi mengenai bahan alam yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari khususnya terapi herbal bagi pasien penderita diabetes mellitus di prolanis Klub Dadi Waras klaten. Rangkaian kegiatan meliputi pengisian pre-test, penyuluhan mengenai penatalaksanaan diabetes melitus, workshop pembuatan seduhan bunga telang, pelatihan mengenai proses produksi dan keberlangsungan pengelolaan tanaman bunga telang serta pengisian post-test dan kuisioner. Evaluasi telah dilakukan sesudah kegiatan pengabdian. ada pengaruh pemberian materi penyuluhan dan workshop terhadap peningkatan pengetahuan anggota prolanis.
PEMANFAATAN KOMBINASI DAUN INSULIN (Smallanthus Sonchifolius) DAN DAUN STEVIA (Stevia Rebaudiana Bertoni) UNTUK MENGATASI DIABETES MELLITUS kusuma, Eka wisnu; Suharyanto, Suharyanto
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juni 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i6.3064

Abstract

Diabetes mellitus is a group of disorders characterized by increased blood glucose levels or hyperglycemia. In 2023, diabetes mellitus cases rank 10th in the city of Surakarta. The series of activities included filling out pretest and posttest, counseling on the management of diabetes mellitus and a workshop on making Invia Tea. The results of the pretest and posttest showed that there was a significant difference in the value of Sig. (2-tailed) 0.000 <0.005 so that there was a difference in knowledge before and after counseling. The results of filling out the partner satisfaction questionnaire obtained a very good score and good reaching 93% so that it can be concluded that the activity satisfied the activity participants.
Penyuluhan dan Pemanfaatan Barang Bekas menjadi Ovitrap untuk Mengendalikan Populasi Aedes Aegypti di Langenharjo Grogol Sukoharjo Setya, Adhi Kumoro; Wahyudi, Didik; Kusuma, Eka Wisnu; Agung, Rendyansah; Widyastuti, Dinda; Valent, Febriana
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v4i4.747

Abstract

Since its first discovery in Indonesia, dengue fever (DHF) has remained a public health threat. Numerous measures have been taken to break the life cycle of its vector, Aedes aegypti, but the number of cases has yet to be eliminated. The disease seems to spread randomly, and its incidence is unpredictable. Often, outbreaks are accompanied by fatalities. Research into environmentally friendly and safe materials has been extensively conducted, but this disease has not yet been effectively eradicated. To maximize the prevention and elimination of dengue fever, it is crucial to understand the behavior of the vector to achieve accurate and optimal results. The primary objective of this activity is to prevent dengue fever, as several cases of dengue fever were reported in Grogol district earlier this year. This activity was held in May 2024 in Langenharjo sub-district, Sukoharjo city, with 47 participants. After participating, community understanding increased, as reflected in the average score of 89.79. Participants and cadres can carry out and socialize effective dengue fever prevention and are able to prevent and eliminate dengue fever using the ovitrap technique.
Uji Aktivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Etanol Bunga Turi Merah (Sesbania grandiflora L.) dan Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) secara In Vitro Anggaraini, Devina Ingrid; Kusuma, Eka Wisnu; Murti, Nurul Retno
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 9 No. 2 (2022): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i2.3776

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit comorbid yang dapat memperparah kondisi pasien Covid-19. Terdapat berbagai pengobatan dari bahan alam yang dapat membantu dalam penurunan dan pengontrol kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah aktivitas antidiabetes kombinasi ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan bunga turi merah (Sesbania grandiflora L.) serta mengetahui nilai aktivitas antidiabetes kombinasi ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan bunga turi merah (Sesbania grandiflora L.) dibanding ekstrak tunggal. Penelitian dimulai dengan ekstraksi, uji kualitatif, dan uji aktivitas antidiabetes menggunakan metode Nelson-Somogyi dengan spektrofotometer UV-Vis. Penelitian menggunakan empat kombinasi konsentrasi ekstrak etanol bunga telang dan bunga turi merah dengan perbandingan 1:0; 1:2; 2:1; 0:1. Hasil menunjukkan kombinasi konsentrasi ekstrak etanol  bunga telang dan bunga turi merah perbandingan 2:1 dengan EC50 sebesar 13,5436 ppm memiliki aktivitas antidiabetes paling optimal dan lebih efektif daripada ekstrak tunggal bunga turi merah dengan nilai EC50 sebesar 13,7350 ppm dan ekstrak tunggal bunga telang dengan nilai EC50 sebesar 13,6929 ppm
In Vivo Antidiabetic Potential Test of Suruhan’s (Peperomia pellucida) Purified Extract Using Alloxan-Induced Wistar Rats Sa'ad, Muhammad; Kusuma, Eka Wisnu; Susanti, Ira; Handayani, Dewi Uthamy
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i4.7607

Abstract

Natural-based antidiabetic drugs need to be developed as an alternative to synthetic antidiabetic drugs to minimize side effects. Suruhan extract (Peperomia pellucida) is one of the natural ingredients that has antidiabetic activity. In vitro studies show that ethanol extract, hexane extract and purified ethanol extract have antidiabetic effectiveness. This study was conducted to test the antidiabetic activity of purified suruhan extract on alloxan-induced Wistar rats to confirm antidiabetic activity in vivo. A total of 8 test groups, each consisting of 3 rats induced by alloxan 125mg/KgBW and non-fasting blood glucose was checked at 0; 30; 60; 90; 120; and 150 minutes using a glucometer, then the percentage of decrease in blood glucose levels was calculated. Positive control using glibenclamide 0.45mg/KgBW, negative control using CMC-Na 0.5%. The treatment groups consisted of: Extract 20mg/KgBW (E20); Extract 40mg/KgBW (E40); Extract 80mg/KgBW (E80); Purified Extract 20mg/KgBW (P20); Purified Extract 40mg/KgBW (P40); and Purified Extract 80mg/KgBW (P80). Results showed the percentage decrease in blood glucose levels of E20; E40; E80; P20; P40; and P80 respectively: 39.93%; 42.29%; 46.93%; 38.34%; 55.34%; and 66.40%. The percentage decrease in blood glucose levels of the positive control group was 53.71%. The Purified Extract treatment groups of 40mg/KgBW and 80mg/KgBW showed the percentage decrease in blood glucose levels equivalent to and better than the positive control of glibenclamide 0.45mg/KgBW (p<0.05%). The purified extract was shown to have antidiabetic effects in vivo and is promising for use as an alternative antidiabetic drug.
FORMULASI SEDIAAN PATCH TRANSDERMAL EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DAN UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK Andriani, Disa; Ovikariani, Ovikariani; Kusuma, Eka Wisnu
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i3.318

Abstract

Daun Belimbing wuluh mempunyai aktivitas antipiretik karena mengandung flavonoid, terpenoid, steroid. Pemilihan sediaan patch pada penelitian kali ini karena sediaan patch dapat mengontrol penghantaran obat, menghindari first pass metabolisme dan mencegah iritasi pada saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas antipiretik daun belimbing wuluh dalam sediaan patch trandermal  yang dibuat dalam 2 konsentrasi yaitu 0,5% dan 1%. Ekstraksi daun belimbing wuluh menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan dibuat 2 formula sediaan patch transdermal. Uji sifat fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji keseragaman bobot, uji pH, uji ketebalan, uji daya tahan lipatan dan uji daya serap kelembapan. Uji aktivitas antipiretik dilakukan dengan hewan uji mencit yang diinduksi dengan ragi brewer. Data yang diperoleh diolah dengan statistik Analysis of Variance. Hasil Uji menunjukkan Patch Transdermal ekstrak daun belimbing wuluh memenuhi kontrol kualitasnya. Hasil uji antipiretik Patch transdermal ekstrak etanol daun belimbing wuluh pada formula 1 dengan konsentrasi ekstrak 0,5% dan formula 2 dengan konsentrasi ekstrak 1% memiliki efek antipiretik yang hampir sama, tetapi pada formula 2 memberikan efek daya antipiretik yang lebih tinggi dibanding dengan formula 1.