Pendidikan Bahasa Jepang di Sulawesi Utara dapat dikatakan cukup maju karena terdapat 106 sekolah menengah (SMP, SMA, SMK, MA) yang mengajarkan Bahasa Jepang sebagai bahasa asing di masing-masing sekolah, dengan jumlah guru 142 orang, dan jumlah siswa 17,958 orang. Dalam pelaksanaan Pendidikan dan pembelajaran bahasa Jepang di sekolah tidak terlepas dari berbagai permasalahan, mulai dari kesiapan guru, fasilitas, daya serap siswa, motivasi, dan lain-lain. Salah satu permasalahan yang penting adalah masalah pembelajaran lafal bahasa Jepang. Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran lafal di sekolah-sekolah belum dilaksanakan sebagaimana mestinya. Alasan yang dikemukakan oleh para guru adalah karena mereka sendiri tidak punya rasa percaya diri terhadap lafal bahasa Jepang mereka, dan tidak mengetahui metode pembelajaran lafal yang tepat. Maka yang menjadi masalah dalam kegiatan PKM ini adalah, bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri para guru terhadap kemampuan lafal mereka dan terhadap kapasitas guru membimbing lafal. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dipandang perlu untuk memberikan pembekalan kepada para guru melalui kegiatan pelatihan lafal bahasa Jepang agar pembelajaran lafal dapat terlaksana sesuai harapan. Untuk melaksanakan kegiatan PKM ini, tim bekerja sama dengan MGMP Bahasa Jepang Sulawesi Utara, menyelenggarakan pelatihan pembelajaran lafal. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk daring yang diikuti oleh 30 orang peserta. Setelah selesai kegiatan, peserta diminta untuk mengisi angket secara online untuk mengevaluasi hasil kegiatan. Para peserta merasa lega setelah mengetahui bahwa pembelajaran lafal tidaklah sesulit yang dibayangkan karena sesungguhnya guru hanya menjadi fasilitator. Mereka menyatakan mulai tumbuh rasa percaya diri untuk mengajarkan lafal. Bahan ajar untuk sekolah menengah sudah tersedia, tinggal bagaimana mengolahnya menjadi pembelajaran yang menyenangkan. Bahkan peserta mengharapkan kegiatan pelatihan lafal dapat dilanjutkan untuk pemantapan.
Copyrights © 2020