Dalam Pandangan Harun Nasution Bangsa Indonesia tidak lagi memandang bahwa kajian agama atau pemikiran-pemikiran keagamaan kajian utama, dan tidak dipandang penting lagi, hal ini baginya membuat bangsa Indonesia terutama umat Islam menjadi bangsa materialistis dan hanya membangun karakter bangsa dengan pola pemikiran intelektual. Keberhasilan Harun yang paling spektakuler adalah tegaknya "tradisi intelektual" di kalangan mahasiswa, hal ini dapat disaksikan hasilnya kini, dimana hampir seluruh cendekiawan muslim lulusan IAIN yang sekarang tampil merupakan hasil didikan Harun baik langsung maupun tidak langsung. Tulisan ini menelaah bagaimana Harun Nasution memaknai Islam sebagai objek kajian keilmuan, teori-teori apa sajakah yang dibangun dalam merombak struktur pemikiran yang dipetakan sebagai agrasi keagamaan" di atas, serta bagaimana relevansi teori-teori tersebut dalam konteks masyarakat Indonesia kontemporer.
Copyrights © 2008