Jurnal Filsafat Indonesia
Vol. 1 No. 3 (2018)

REFLEKSI KONSEP KETUHANAN AGAMA KRISTEN DAN AGAMA ISLAM DALAM PANDANGAN FILSAFAT PERENIAL

Milton Thorman Pardosi (Universitas Gadjah Mada
Universitas Advent Indonesia)

Siti Murtiningsih (Universitas Gadjah Mada Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
22 Mar 2019

Abstract

Agama Kristen dan Agama Islam adalah dua agama yang diturunkan oleh Allah, keturunan Abraham dan memiliki Kitab Suci yang diwahyukan Allah.  Keduanya sama-sama mempercayai Allah Yang Maha Esa, Sang Pencipta.  Tujuan penulisan ini untuk memahami konsep ketuhanan agama Kristen dan Islam dan memahami refleksi ketuhanan kedua agama tersebut dalam Filsafat Perenial.  Dalam pemahaman agama Kristen, Allah itu Esa yang merujuk kepada kualitatif.  Sementara kata Allah bukanlah nama Oknum yang disembah melainkan gelar karena kata “Allah” juga digunakan baik kepada sesembahan Bangsa Israel dan Non-Israel.  Salah satu nama Allah dalam Alkitab adalah Yahweh.  Sementara dalam pemahaman agama Islam, konsep Allah adalah Esa merupakan salah satu rukun iman (Tauhid) dan ini merujuk kepada kuantitatif.  Konsep Esa ini adalah monoteisme murni, di mana Tuhan bukan hanya jumlahnya Esa melainkan sifatnya pun Esa.  Perbedaan pemahaman ketuhanan kedua agama tersebut dapat dilihat melalui Filsafat Perenial di mana Filsafat Perenial merupakan metafisika yang mengakui realitas Ilahi yang substansial bagi dunia benda, hidup dan pikiran.  Filsafat Perenial memberikan analog tentang Tuhan seperti cahaya matahari yang satu dan ketika ditangkap oleh prisma memunculkan beraneka macam warna.  Itu sebabnya Filsafat Perenial melakukan dua pendekatan yaitu: Eksoteris yang berfungsi sebagai dasar pijakan pemahaman tentang Tuhan berdasarkan perkataan Tuhan tentang dirinya melalui wahyu; Pendekatan Esoterik adalah pemahaman langsung tentang Tuhan melalui penyatuan seluruh potensi kemanusiaan yang dikenal sebagai “jalan” mistik.  Kesimpulannya, agama Kristen dan agama Islam adalah menyembah Allah yang sama yaitu Allah Yang Maha Esa, Sang Pencipta (Esoterik).  Kedua, kata Esa, dalam pemahaman agama Kristen berarti kualitatif sementara dalam Agama Islam berarti kuantitaf (Eksoterik).  Ketiga, kata Allah dipahami berbeda, yang satu sebagai gelar, namun bagi yang satu sebagai nama (Eksoterik).    Kata Kunci: Perenial, Allah, Esa

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

JFI

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal Filsafat Indonesia is a scientific journal published by LPPM Ganesha Educational University, which publishes scientific articles on the development and research in philosophy. Journal of Philosophy is published three times a year, in April, June, and September. Editorial Team Journal of ...