Masalah dalam penelitian ini adalah belum sesuainya cara penyajian konten digital, terutama di sekolah dasar dengan karakteristik generasi alpa dan teori multimedia. Penelitian ini bertujuan menghasilkan konten digital yang valid, menarik, dan efektif. Konten digital dikembangkan menggunakan model pengembangan 4D. Responden dalam penelitian ini adalah 3 orang pakar, 3 orang siswa dalam uji perorangan, 9 siswa dalam uji kelompok kecil, dan 14 siswa dalam uji lapangan. Validitas dan kemenarikan konten digital diukur menggunakan kuesioner dan efektivitas diukur menggunakan tes. Data yang diperoleh dari kuesioner dianalisis secara deskriptif dan data yang diperoleh dari tes dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji pakar menunjukkan bahwa validitas konten digital pada aspek desain, isi, dan media berada pada kategori sangat baik. Kemenarikan konten digital berdasarkan tanggapan siswa saat uji perorangan dan uji kelompok kecil berada pada kategori sangat baik. Melalui uji Wilcoxon diperoleh signifikansi 0,008<0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dengan setelah diterapkan konten digital. Dapat disimpulkan bahwa konten digital menggunakan prinsip segmentasi efektif meningkatkan hasil belajar siswa.
Copyrights © 2022