Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS PROYEK UNTUK MATA KULIAH FOTOGRAFI DI JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNDIKSHA Simamora, Alexander Hamonangan; Sudarma, I Komang; Prabawa, Dewa Gede Agus Putra
Journal of Education Technology Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengembangan yang dilakukan memiliki tujuan untuk menghasilkan electronic modul (e-modul) untuk mata kuliah fotografi di Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Undiksha. Tujuan khusus yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan prosedur pengembangan e-modul; dan (2) mendeskripsikan tanggapan ahli, dosen pengampu mata kuliah dan mahasiswa terhadap buku ajar yang dikembangkan.E-modul yang dikembangkan mengacu pada model pengembangan pembelajaran Dick, Carey, dan Carey (2005) yang memiliki 10 langkah. Adapun kesepuluh langkah tersebut, yaitu 1) tahap identifikasi kebutuhan dan menentukan tujuan umum, 2) melakukan analisis pembelajaran, 3) mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal peserta didik, 4) menulis tujuan pembelajaran khusus , 5) menyusun alat penilaian hasil belajar, 6) menyusun strategi pembelajaran, 7) memilih dan mengembangkan materi pembelajaran, 8) merancang dan melaksanakan evaluasi formatif, 9) merancang dan melaksanakan evaluasi sumatif, 10) revisi.  Modul yang telah melewati tahap pengembangan selanjutnya perlu dievaluasi. Model evaluasi yang digunakan evaluasi formatif dari Dick, Carey, dan Carey (2005). Tahapan tersebut meliputi: (1) validasi ahli; (2) uji coba perorangan yang melibatkan tiga orang mahasiswa, dan (3) uji coba kelompok kecil yang melibatkan 12 orang mahasiswa. Selama evaluasi formatif digunakan instrumen berupa kuesioner. Data yang telah terkumpul, selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif.E-modul telah berhasil dikembangkan menggunakan model Dick and Carey. E-modul selanjutnya siap divalidasi oleh dua orang ahli yaitu ahli isi sekaligus ahli desain dan ahli media. Setelah itu akan diujicobakan di lapangan untuk mengetahui tanggapan mahasiswa tentang e-modul yang dikembangkan. Berdasarkan penilaian ahli, bahwa validitas isi e-modul memperoleh skor 92 yang berada pada kategori sangat baik, validitas desain pembelajaran memperoleh skor 93,91 yang berada pada kategori sangat baik, dan aspek media memperoleh skor 90 yang berada pada kategori sangat baik. Berdasarkan penilaian mahasiswa bahwa e-modul berada pada kategori baik dengan skor 85,77.
Pengembangan Bahan Ajar Multimedia Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Ha-sil Belajar Siswa SMK Prabawa, Dewa Gede Agus Putra
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 46, No 3 (2013): Oktober, 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.757 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v46i3.4217

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan produk pembelajaran berupa bahan ajar multimedia berbasis proyek untuk siswa SMK jurusan multimedia. Pengembangan bahan ajar menggunakan model Luther dan evaluasinya menggunakan model evaluasi formatif Dick, Carey, dan Carey (2005) yang meliputi uji pakar, uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Jumlah responden yang me-review bahan ajar yaitu tiga pakar, tiga siswa uji perorangan, 12 siswa uji ke-lompok kecil, 20 siswa dan satu guru uji lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas bahan ajar ditinjau dari aspek isi dan media isi sangat baik, aspek media komputer dan desain pem-belajaran baik, dan aspek uji siswa dan guru sangat baik. Uji efektivitas menun-jukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara sebelum dan setelah meng-gunakan bahan ajar multimedia. Tingkat keefektifan  yang dicapai adalah tinggi. Kategori tinggi dicapai karena pe-ngembangan bahan ajar dilandasi teori belajar, teori pembelajaran, dan teori komunikasi. Begitu pula penerapan bahan ajar menggunakan seting pembelajaran berbasis proyek.Kata-kata Kunci: bahan ajar, multimedia, pembelajaran berbasis proyek
Pengembangan Multimedia Tematik Berpendekatan Saintifik untuk Siswa Sekolah Dasar Prabawa, Dewa Gede Agus Putra; Restami, Made Prima
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 8, No 3 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v8i3.28970

Abstract

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi di sekolah dasar masih rendah sehingga berdampak pada kualitas pembelajaran terutama: (1) belum optimalnya penerapan pendekatan tematik,. Berdasarkan masalah tersebut tujuan penelitian ini adalah menerapkan TIK dengan cara mengembangkan multimedia tematik berpendekatan saintifik untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa SD. Multimedia dikembangkan menggunakan model 4D yang terdiri atas: define, design, develop, disseminate. Validitas multimedia dilakukan melalui pengujian pakar 3 orang dan kemenarikan multimedia diketahui melalui uji perorangan 3 orang, uji kelompok kecil 12 orang, dan uji lapangan 21 orang. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dan tes. Implementasi multimedia di kelas II SD menggunakan desain one group pretest-posttest. Data dari kuesioner dianalisis secara deskriptif dan skor tes dianalisis menggunakan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vadilitas multimedia dari aspek isi, media, dan desain pembelajaran berada pada kategori “sangat baik”. Kemenarikan media pada uji perorangan, kelompok kecil, dan lapangan berada pada kategori “sangat baik”. Hasil uji statistik wilxocon diperoleh signifikansi 0,001<0,05, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa multimedia tematik berpendekatan saintifik efektif meningkatkan hasil belajar tematik pada siswa kelas II sekolah dasar. Multimedia yang diterapkan berimplikasi pada meningkatnya motivasi belajar, memudahkan siswa memahami materi di masa pandemi covid-19, dan memudahkan guru menerapkan tematik berpendekatan saintifik.
Pengembangan Bahan Ajar Multimedia Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Ha-sil Belajar Siswa SMK Dewa Gede Agus Putra Prabawa
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 46 No 3 (2013): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.757 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v46i3.4217

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan produk pembelajaran berupa bahan ajar multimedia berbasis proyek untuk siswa SMK jurusan multimedia. Pengembangan bahan ajar menggunakan model Luther dan evaluasinya menggunakan model evaluasi formatif Dick, Carey, dan Carey (2005) yang meliputi uji pakar, uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Jumlah responden yang me-review bahan ajar yaitu tiga pakar, tiga siswa uji perorangan, 12 siswa uji ke-lompok kecil, 20 siswa dan satu guru uji lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas bahan ajar ditinjau dari aspek isi dan media isi sangat baik, aspek media komputer dan desain pem-belajaran baik, dan aspek uji siswa dan guru sangat baik. Uji efektivitas menun-jukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara sebelum dan setelah meng-gunakan bahan ajar multimedia. Tingkat keefektifan  yang dicapai adalah tinggi. Kategori tinggi dicapai karena pe-ngembangan bahan ajar dilandasi teori belajar, teori pembelajaran, dan teori komunikasi. Begitu pula penerapan bahan ajar menggunakan seting pembelajaran berbasis proyek.Kata-kata Kunci: bahan ajar, multimedia, pembelajaran berbasis proyek
Efektivitas Konten Digital Menggunakan Prinsip Segmentasi di Sekolah Dasar Dewa Gede Agus Putra Prabawa; Made Prima Restami
Mimbar Ilmu Vol. 27 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v27i1.41218

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah belum sesuainya cara penyajian konten digital, terutama di sekolah dasar dengan karakteristik generasi alpa dan teori multimedia. Penelitian ini bertujuan menghasilkan konten digital yang valid, menarik, dan efektif. Konten digital dikembangkan menggunakan model pengembangan 4D. Responden dalam penelitian ini adalah 3 orang pakar, 3 orang siswa dalam uji perorangan, 9 siswa dalam uji kelompok kecil, dan 14 siswa dalam uji lapangan. Validitas dan kemenarikan konten digital diukur menggunakan kuesioner dan efektivitas diukur menggunakan tes. Data yang diperoleh dari kuesioner dianalisis secara deskriptif dan data yang diperoleh dari tes dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji pakar menunjukkan bahwa validitas konten digital pada aspek desain, isi, dan media berada pada kategori sangat baik. Kemenarikan konten digital berdasarkan tanggapan siswa saat uji perorangan dan uji kelompok kecil berada pada kategori sangat baik. Melalui uji Wilcoxon diperoleh signifikansi 0,008<0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dengan setelah diterapkan konten digital. Dapat disimpulkan bahwa konten digital menggunakan prinsip segmentasi efektif meningkatkan hasil belajar siswa.
LEARNING COMMUNITY: ALTERNATIF SOLUSI PENINGKATAN PEMAHAMAN GURU TERHADAP ASESMEN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA I Made Surya Hermawan; I Made Diarta; I Ketut Wardana; Dewa Gede Agus Putra Prabawa; Jesminarti Lero Zogara; Ni Kadek Sintya Purnama Sari
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v13i2.7415

Abstract

Baru-baru ini, Indonesia melakukan peralihan kurikulum pendidikan dari Kurikulum 2013 menuju Kurikulum Merdeka. Dalam menyikapi perubahan tersebut, diperlukan upaya peningkatan pemahaman guru sehingga esensi perubahan kurikulum dapat dicapai. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman guru tentang asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka melalui strategi Learning Community (LC). Penelitian ini dilaksanakan di SMPN Negeri 2 Kerambitan dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2023 yang melibatkan 46 orang guru. Pendekatan pra eksperimen digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini dengan one group pretest-posttest design. Data dikumpulkan dengan instrumen tes yang terdiri atas 15 soal pilihan ganda. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif yang dilanjutkan dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman guru terhadap asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka setelah penerapan strategi LC yang signifikan (p<0,05). Ditemukan pula terjadi pengurangan gap pemahaman antarguru setelah perlakuan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap efektivitas LC dalam meningkatkan pemahaman guru terhadap asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka dengan melibatkan subjek yang lebih luas serta menggunakan pendekatan penelitian kuasi eksperimen.
Tradisi Ngelawang sebagai Strategi Mengembangkan Keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, & Collaborative) Dewa Gede Agus Putra Prabawa; I Wayan Suastra; Ida Bagus Putu Arnyana
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Seminar Nasional Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8589

Abstract

Ngelawang  merupakan tradisi yang ada di Bali berupa kegiatan mengelilingi suatu dusun atau desa dari rumah ke rumah dengan menggunakan sarana Barong dan Rangda serta disertai iringan musik tradisional. Ngelawang  dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu bersifat sakral keagamaan dan non sakral (hiburan). Dalam kajian ini difokuskan pada tradisi Ngelawang  sakral. Tujuan pengkajian ini adalah: 1) menggali nilai-nilai luhur dasar dari tradisi Ngelawang , 2) mengklasifikasikan nilai-nilai Ngelawang  berdasarkan keterampilan abad 21, dan 3) mentransformasi hasil klasifikasi nilai-nilai Ngelawang  menjadi strategi pembelajaran mengembangkan keterampilan 4C. Metode kajian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) nilai-nilai tradisi Ngelawang  yaitu keyakinan beragama, belajar dari simbolik, tulus ikhlas, kerja keras, gotong royong, kekompakan, koordinasi, berkesenian, berkreasi, dan interaksi sosial, 2)  Berpikir kritis (meliputi nilai belajar dari simbolik, keyakinan), berpikir kreatif (berkesenian, berkreasi), berkomunikasi (interaksi sosial, koordinasi), berkolaborasi (kekompakan, gotong royong), 3) strategi pengembangan keterampilan 4C mulai dari memahami filosofi atau tatwa kemudian saling berkomunikasi dan berkolaborasi untuk mengembangkan kreativitas.
PELATIHAN ASESMEN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA DI SMPN 2 KERAMBITAN, TABANAN, BALI I Made Surya Hermawan; Dewa Gede Agus Putra Prabawa; I Made Diarta; I Ketut Wardana; Jesminarti Lero Zogara; Ni Kadek Sintya Purnama Sari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 7: Desember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i7.6803

Abstract

Asesmen Kurikulum Merdeka merupakan salah satu aspek pembeda substantif dengan kurikulum pendidikan sebelumnya. Hal tersebut menyebabkan guru mengalami berbagai kendala dalam penyusunan dan penerapannya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun dan menerapkan asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka di SMPN 2 Kerambitan. Sejumlah 46 orang guru terlibat dalam proram yang dilaksanakan dari bulan Juni sampai dengan November 2023 ini. Terdapat empat kegiatan dalam program ini yaitu 1) workshop asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka, 2) FGD penyusunan instrumen asesmen formatif, 3) FGD penyusunan instrumen asesmen sumatif berbasis higher-order thinking skills (HOTS), dan 4) sosialisasi penggunaan aplikasi Sistem Penilaian Terpadu Kurikulum Merdeka (Sipadu Merdeka). Seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini telah mencapai indikator ketercapaian kegiatan yang ditetapkan. Salah satunya yaitu peningkatan pemahaman guru tentang prinsip asesmen Kurikulum Merdeka. Lebih lanjut, keberlanjutan program pengembangan kompetensi guru dalam asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka harus terus dilakukan. Hal tersebut agar substansi Kurikulum Merdeka dapat dilaksanakan sehingga tujuan implementasinya dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia dapat tercapai.
Pengembangan Multimedia Tematik Berpendekatan Saintifik untuk Siswa Sekolah Dasar Prabawa, Dewa Gede Agus Putra; Restami, Made Prima
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v8i3.28970

Abstract

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi di sekolah dasar masih rendah sehingga berdampak pada kualitas pembelajaran terutama: (1) belum optimalnya penerapan pendekatan tematik,. Berdasarkan masalah tersebut tujuan penelitian ini adalah menerapkan TIK dengan cara mengembangkan multimedia tematik berpendekatan saintifik untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa SD. Multimedia dikembangkan menggunakan model 4D yang terdiri atas: define, design, develop, disseminate. Validitas multimedia dilakukan melalui pengujian pakar 3 orang dan kemenarikan multimedia diketahui melalui uji perorangan 3 orang, uji kelompok kecil 12 orang, dan uji lapangan 21 orang. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dan tes. Implementasi multimedia di kelas II SD menggunakan desain one group pretest-posttest. Data dari kuesioner dianalisis secara deskriptif dan skor tes dianalisis menggunakan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vadilitas multimedia dari aspek isi, media, dan desain pembelajaran berada pada kategori “sangat baik”. Kemenarikan media pada uji perorangan, kelompok kecil, dan lapangan berada pada kategori “sangat baik”. Hasil uji statistik wilxocon diperoleh signifikansi 0,001<0,05, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa multimedia tematik berpendekatan saintifik efektif meningkatkan hasil belajar tematik pada siswa kelas II sekolah dasar. Multimedia yang diterapkan berimplikasi pada meningkatnya motivasi belajar, memudahkan siswa memahami materi di masa pandemi covid-19, dan memudahkan guru menerapkan tematik berpendekatan saintifik.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS PROYEK UNTUK MATA KULIAH FOTOGRAFI DI JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNDIKSHA Simamora, Alexander Hamonangan; Sudarma, I Komang; Prabawa, Dewa Gede Agus Putra
Journal of Education Technology Vol. 2 No. 1 (2018): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jet.v2i1.13809

Abstract

Penelitian pengembangan yang dilakukan memiliki tujuan untuk menghasilkan electronic modul (e-modul) untuk mata kuliah fotografi di Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Undiksha. Tujuan khusus yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan prosedur pengembangan e-modul; dan (2) mendeskripsikan tanggapan ahli, dosen pengampu mata kuliah dan mahasiswa terhadap buku ajar yang dikembangkan.E-modul yang dikembangkan mengacu pada model pengembangan pembelajaran Dick, Carey, dan Carey (2005) yang memiliki 10 langkah. Adapun kesepuluh langkah tersebut, yaitu 1) tahap identifikasi kebutuhan dan menentukan tujuan umum, 2) melakukan analisis pembelajaran, 3) mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal peserta didik, 4) menulis tujuan pembelajaran khusus , 5) menyusun alat penilaian hasil belajar, 6) menyusun strategi pembelajaran, 7) memilih dan mengembangkan materi pembelajaran, 8) merancang dan melaksanakan evaluasi formatif, 9) merancang dan melaksanakan evaluasi sumatif, 10) revisi.  Modul yang telah melewati tahap pengembangan selanjutnya perlu dievaluasi. Model evaluasi yang digunakan evaluasi formatif dari Dick, Carey, dan Carey (2005). Tahapan tersebut meliputi: (1) validasi ahli; (2) uji coba perorangan yang melibatkan tiga orang mahasiswa, dan (3) uji coba kelompok kecil yang melibatkan 12 orang mahasiswa. Selama evaluasi formatif digunakan instrumen berupa kuesioner. Data yang telah terkumpul, selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif.E-modul telah berhasil dikembangkan menggunakan model Dick and Carey. E-modul selanjutnya siap divalidasi oleh dua orang ahli yaitu ahli isi sekaligus ahli desain dan ahli media. Setelah itu akan diujicobakan di lapangan untuk mengetahui tanggapan mahasiswa tentang e-modul yang dikembangkan. Berdasarkan penilaian ahli, bahwa validitas isi e-modul memperoleh skor 92 yang berada pada kategori sangat baik, validitas desain pembelajaran memperoleh skor 93,91 yang berada pada kategori sangat baik, dan aspek media memperoleh skor 90 yang berada pada kategori sangat baik. Berdasarkan penilaian mahasiswa bahwa e-modul berada pada kategori baik dengan skor 85,77.