SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 19, No 2 (2022): Juni 2022

Studi Perawatan Berbasis Risiko Sistem Pelumasan Mesin Induk KM Mabrur dengan Pendekatan FMEA

Yaqin, Rizqi Ilmal (Unknown)
Arianto, Didin (Unknown)
Siahaan, Juniawan Preston (Unknown)
Priharanto, Yuniar Endri (Unknown)
Tumpu, Mula (Unknown)
Umar, Mega Lazuardi (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Jun 2022

Abstract

Sistem pelumasan adalah bagian dari salah satu sistem pendukung untuk melumasi komponen mesin pada mesin induk kapal penangkap ikan. Pengoperasian mesin induk pada kapal penangkap ikan memiliki durasi 24 jam selama 1 minggu hingga 1 bulan. Fenomena tersebut menyebabkan pengoperasian mesin secara terus menerus dapat menyebabkan penurunan kinerja bahkan kegagalan pada mesin. Beberapa kegagalan mesin induk dapat membahayakan awak kapal dan kapal itu sendiri. Oleh karena itu pemilihan perawatan pada komponen kritis sangat diperlukan. FMEA adalah salah satu metode yang sering digunakan untuk mengidentifikasi penyebab dan dampak dari kegagalan-kegagalan pada komponen suatu sistem. Penggunaan FMEA pada pemilihan prioritas perawatan sistem pelumasan mesin induk KM Mabrur telah dilakukan. Hasilnya berdasarkan analisa ambang batas RPN dan diagram pareto komponen saringan oli (RPN 288) dan oil cooler (RPN 120) perlu dilakukan tindakan perawatan. Berdasarkan kriteria RPN, komponen saringan oli dilakukan perawatan preventif dan oil cooler dilakukan perawatan korektif. Tindakan perawatan yang terjadwal dilakukan guna meningkatkan keandalan dari komponen sistem pelumas mesin induk KM Mabrur

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...