Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Vol 6, No 2 (2022): April 2022

VARIASI BAHASA DALAM FILM SERIGALA TERAKHIR: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK

Citra Dewi Marinda (Universitas Mulawarman)
Syamsul Rijal (Universitas Mulawarman)
Irma Surayya Hanum (Universitas Mulawarman)



Article Info

Publish Date
28 Apr 2022

Abstract

Film Serigala Terakhir merupakan film aksi yang masih sangat diminati hingga sekarang. Bahkan beberapa kali film tersebut ditayangkan dan diproduksi ulang menjadi sebuah serial drama. Dialog dalam film tersebut mengandung banyak jenis variasi bahasa, mulai dari yang sopan hingga yang tidak patut digunakan. Cerita yang diangkat dalam film tersebut, yaitu tentang remaja. Sebagian besar penikmat film tersebut juga dari kalangan remaja. Pada masa tersebut, remaja umumnya menggunakan kata-kata yang populer didengar tanpa memedulikan kata tersebut baik atau tidak. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk variasi bahasa yang terdapat pada tuturan dalam dialog film Serigala Terakhir; (2) mendeskripsikan fungsi dari penggunaan variasi bahasa yang terdapat pada tuturan dalam dialog film Serigala Terakhir; dan (3) mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya variasi bahasa yang terdapat pada tuturan dalam dialog film Serigala Terakhir. Penelitian ini tergolong penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif dan dipaparkan secara deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan yang terdapat dalam dialog antartokoh di film Serigala Terakhir yang disutradarai oleh Upi Avianto. Teknik yang digunakan, yaitu teknik simak bebas libat cakap yang dipadukan dengan teknik catat yang ditujukan untuk mendata. Adapun teknik analisis yang digunakan, yaitu teknik interaktif. Dari hasil analisis tersebut, didapatkan bahwa bentuk variasi bahasa yang paling banyak digunakan, yaitu bentuk kolokial yang disebabkan karena film berisi dialog lisan sehingga bahasanya pun bahasa komunikasi lisan dan bentuk vulgar yang dipengaruhi latar belakang sosial tokoh yang diusung. Variasi bahasa yang banyak difungsikan untuk ideasional, yaitu bentuk vulgar. Hal tersebut karena kata-kata makian tersebut umumnya ditujukan untuk mengekspresikan perasaan. Sedangkan bentuk variasi bahasa yang lain difungsikan untuk interpersonal karena hampir semua variasi bahasa pada dasarnya ditujukan untuk menjalin interaksi.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

JBSSB

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Jurnal Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Budaya sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, termasuk pengajarannya. Terbit sebanyak empat kali setahun, yaitu pada bulan Januari, ...