Penelitian ini membahas tentang kultur moderasi beragama di kecamatan Sipirok. Fokus pembahasan dalam penelitian ini yaitu untuk menemukan kultur moderasi beragama di Sipirok serta apa saja yang menjadi faktor kultur moderasi beragama di kecamatan Sipirok sehingga dapat terus men-tradisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pemerolehan data penelitian dilakukan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan kajian dokumen. Subjek penelitian ini adalah instansi pemerintah, tokoh agama, tokoh adat serta masyarakat yang ada di Sipirok. Teknik pemilihan sampling menggunakan purposive sampling, di mana sampel diambil berdasarkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kultur moderasi beragama di Kecamatan Sipirok merupakan semangat dari budaya dalihan na tolu, baik dalam keadaan sukacita (siriaon) maupun dukacita (siluluton), ditambah dengan horja (pembagian kerja) dalam setiap aktivitas tanpa melihat perbedaan agama (keyakinan). Selain itu, ada marjambar yang menunjukkan kuatnya kultur moderasi beragama di Sipirok, di mana antarpemeluk agama (Muslim Non-Muslim) saling berbagi kue pada setiap hari raya. Melalui penelitian ini, diketahui bahwa faktor yang menguatkan kultur moderasi beragama di Sipirok yaitu faktor keluarga, faktor budaya, faktor pendirian teguh masyarakat menolak paham ekstremisme
Copyrights © 2022