Kecepatan pemulihan menjadi bagian yang penting dalam latihan. Denyut nadi awal dapat merupakan indikator tingkat kesiapan dalam melakukan latihan. Diasumsikan jika denyut nadi rendah, maka istirahat yang dilakukan telah terpenuhi. Aktivitas olahraga akan menaikkan denyut nadi, kemampuan untuk kembali atau menurunkan denyut nadi merupakan salah satu indikator tingkat keterlatihan. Penelitian ini memcoba membuktikan perbedaan kecepatan menurunkan denyut nadi dengan istirahat pasif setelah melakukan aktivitas olaharaga. Desain penelitian menggunakan one shost case study. Sampel sebanyak 22 mahasiswa, yang terbagi atas denyut nadi di atas 65 dan di bawah 65 dengan masing-masing kelompok jumlahnya 11. Pengukuran nadi dilakukan selama 30 detik. Data dianalisis dengan ANAVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata terjadi perbedaan kemampuan recovery yang ditunjukkan dengan menurunnya denyut nadi. Kelompok dengan nadi awal di bawah 65 secara rerata dari 4 kali pengukuran setiap 3 menit, di setiap pengukuran reratanya lebih rendah dibandingkan dengan yang memiliki denyut nadi awal di atas 65 pada saat awal sebelum mendapatkan perlakuan. Perbedaan rerata ini ketika dilakukan pengujian uji beda ternyata secara keseluruhan tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
Copyrights © 2022